Sebanyak 33 Warga Palestina terkena Nuklir Nyasar

Dengarkan Artikel Ini

Dr Ahed menjelaskan, tahanan administratif adalah penahanan tanpa kasus pidana maupun perdata. Orang yang ditahan secara administratif langsung ditahan tanpa dakwaan, tanpa dihakimi, dan tidak ada pengacara.

“Penahanan ini menjadikan Syekh Khadr Adnan melawan dengan mogok makan. Mogok makan sudah dilakukan sudah lebih dari enam kali. Terakhir, beliau mogok makan sampai 86 hari. Beliau hanya minum dan makan garam selama 86 hari,” terangnya.

Kelompok perlawanan di Jalur Gaza lalu menembakkan roket ke wilayah Israel. Namun, tembakan roket tersebut dibalas rentetan rudal. Awalnya, Zionis Israel hanya menarget rumah pimpinan Jihad Islam, kelompok perlawanan di Gaza.

Sebagaimana diketahui, pada hari Rabu (10/5/2023), rudal yang ditembakkan menyasar rumah warga sipil. Hal itu menyebabkan 33 warga sipil meninggal dunia. Dr Ahed mengatakan, Zionis Israel tak peduli rudal-rudal tersebut membunuh warga sipil atau tokoh perlawanan.

“Pada 9 Mei 2023, zionis Israel mengirim rudal ke rumah warga sipil, bukan ke markas perlawanan, yang menyebabkan 3 tokoh perlawanan syahid dan anak-anak, Wanita. Ada 33 orang syahid,” ungkap Dr Ahed.

Ketika ditanya kapan perang di Palestina akan berakhir? Dr Ahed menjelaskan, konflik Palestina-Israel tidak akan berhenti sampai Palestina merdeka secara utuh. Artinya, Zionis Israel angkat kaki dari wilayah Palestina.

“Tentu saja Ketika Palestina mendapatkan kemerdekaan secara utuh. Kalua kita tidak bergerak, maka akan terjadi pembantaian dan kezaliman-kezaliman lain. Ini harus disikapi oleh rakyat Indonesia dengan sikap yang seharusnya,” tutupnya. (har)


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca