RS Al Quds Terpaksa Menghentikan Operasional Pelayanan nya
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, 18 rumah sakit berhenti beroperasi sejak perang dimulai, baik karena kehabisan bahan bakar maupun akibat pengeboman.
Direktur layanan medis darurat di PRCS Bashar Murad yang bekerja di Rumah Sakit Al-Quds, menggambarkan situasi di fasilitas tersebut “sebagai yang paling dahsyat” dalam sejarah organisasi tersebut. “Pada Ahad, serangan udara Israel mengebom pintu masuk rumah sakit kami, mengakibatkan tewasnya empat orang di pintu masuk dan melukai 35 orang, 12 di antaranya berada di dalam rumah sakit,” kata Murad.
Ia menambahkan setengah dari ambulansnya tidak dapat digunakan. Sementara gudang utama diserang dan hancur sebagian.
“Kami kehilangan semua obat-obatan dan peralatan di gudang yang bernilai sekitar 5 juta dolar AS. Saya tetap tinggal di Gaza karena saya tidak bisa meninggalkan pekerjaan dalam situasi seperti ini,” tutupnya. (zul/AZ)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


