Para Wartawan Perang di Gaza Lebih Memilih eSIM Untuk Mempermudah Akses Komunikasi dan Mengirim Berita
Menurut wartawan ini, setelah jaringan telekomunikasi Palestina terputus, eSIM menjadi satu-satunya yang terhubung ke jaringan seluler internasional.
Seorang wartawan lain mengkonfirmasi bahwa terputusnya komunikasi di Gaza membuat mereka beralih ke kartu SIM elektronik, tetapi dia berbicara tentang masalah besar yang dihadapi mereka terkait dengan penerimaan sinyal.
Dia mengatakan bahwa mereka terpaksa pergi ke tempat tinggi atau daerah perbatasan terbuka untuk mengirimkan materi jurnalistik mereka, sebuah proses yang memerlukan koneksi internet yang kuat.
Wartawan mendapatkan kartu SIM elektronik dari teman-teman mereka di luar negeri, seperti Amerika Serikat dan Eropa, yang dikirim kepada mereka dalam bentuk “kode” dan dimasukkan ke dalam perangkat mereka. Wartawan menyatakan bahwa proses penginputan memerlukan waktu 2 hingga 3 jam karena lambatnya koneksi internet. (zul)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


