Militer Israel Sudah Menguasi Semua Jalur Gaza
Tidak ada bukti yang diberikan untuk mendukung pernyataan tersebut, namun militer menuduh daerah sekitar penyeberangan Rafah digunakan untuk melancarkan serangan mortir yang menewaskan tiga tentara Israel dan melukai lainnya di dekat penyeberangan Karem Abu Salem, yang Israel sebut sebagai penyeberangan Kerem Shalom pada Minggu lalu. Namun sayap bersenjata Hamas mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz mengatakan negaranya sudah lama “menghancurkan” Hamas jika bukan karena tawanan yang ditahan di Gaza.
“Masuknya tentara ke Rafah mendukung dua tujuan utama perang: membebaskan tawanan dan mengalahkan Hamas,” katanya di X.
Di sisi lain, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian meminta Israel untuk “memperhatikan tuntutan besar komunitas internasional, berhenti menyerang Rafah, dan melakukan apa pun untuk menghindari bencana kemanusiaan yang lebih serius di Jalur Gaza”.
Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi juga memperingatkan bahwa Israel “membahayakan kesepakatan [dengan Hamas] dengan membom Rafah”.
Raja Yordania Abdullah II juga mengatakan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dalam pertemuan pribadi pada hari Senin bahwa serangan Israel di Rafah akan menyebabkan “pembantaian baru” terhadap warga sipil Palestina dan dapat menyebabkan perluasan konflik regional. (zul)
Baca juga :
- Persija Sementara Unggul 1-0 Atas Persib dalam Super Big Match
- Lowongan Kerja Product Representative di DepoProyek.id untuk Penempatan Bekasi Raya dan DKI Jakarta
- SPEK Dukung Penguatan Tata Kelola YPK dan Masa Depan IKOPIN University
- Turnamen Sepak Bola U-16 ‘H Jalal Cup 2026’ Digelar di Jatimulya-Kabupaten Bekasi
- Gempa Bumi M5.2 Kembali Mengguncang Pulau Flores dan Sekitarnya
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


