Mengapa India Berbelot Membela Israel
Dalam buku The Evolution of India’s Israel Policy karya Nicolas Blarel, Israel menghadapi tekanan dari AS dan komunitas internasional untuk menunda pengiriman peralatan pertahanan ke India. Namun Israel terus maju dan mengirimkan senjata yang sangat dibutuhkan tepat waktu.
Tak hanya itu, Israel juga menyediakan foto-foto dari satelit militernya untuk mencari lokasi strategis Angkatan Darat Pakistan.
India adalah pemimpin Gerakan Non-Blok (GNB) selama era Perang Dingin dan memelihara hubungan dekat dengan dunia Arab dan Uni Soviet. Hal ini juga berarti bahwa India tidak mendukung rezim “kolonial” (seperti Israel) atau apartheid (Afrika Selatan).
Setelah perang Kargil, pemerintahan BJP yang dipimpin Atal Bihari Vajpayee mengirim Menteri Luar Negeri Jaswant Singh ke Israel untuk kunjungan bilateral pertama pada tahun 2000. LK Advani, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, juga mengunjungi Israel pada tahun yang sama.
Pasukan India membombardir tentara Pakistan dengan senjata bantuan Israel pada Perang Kargil di Kashmir, 1999. – (Public Domains)
India merasakan kebutuhan untuk memodernisasi infrastruktur pertahanannya yang rapuh setelah perang Kargil dan meminta bantuan Israel, yang terkenal dengan teknologi pertahanannya yang canggih. India menandatangani perjanjian pertahanan pertamanya dengan Israel pada tahun 2000 untuk sistem rudal permukaan-ke-udara Barak-1.
Sistem rudal Barak terutama dirancang untuk pertahanan angkatan laut, dan dimaksudkan untuk dipasang di kapal perang Angkatan Laut India. Kesepakatan tersebut tidak hanya melibatkan penjualan sistem rudal Barak tetapi juga mencakup transfer teknologi, yang memungkinkan India memproduksi rudal tersebut di dalam negeri.
Tidak hanya pertahanan, India dan Israel telah berkolaborasi di sektor lain seperti pertanian, teknologi, dan penelitian dan pengembangan. Pada 2003, Ariel Sharon menjadi Perdana Menteri Israel pertama yang mengunjungi India.
Meskipun Sharon harus mempersingkat kunjungannya karena serangan teror di Tel Aviv, Wakil Perdana Menterinya Yosef Lapid menyatakan bahwa: “India dan Israel memiliki hubungan dekat dalam bidang pertahanan dan Israel adalah pemasok senjata terbesar kedua ke India.”
Hubungan India-Israel kemudian meroket sejak Perdana Menteri India Narendra Modi naik tampuk pada 2014. Narendra Modi yang basis dukungannya adalah kelompok nasionalis Hindu tak lagi mempertimbangkan perasaan Muslim India seperti para pendahulunya. Selain itu, di masa datang Modi terbukti punya rencana terhadap wilayah Jammu-Kashmir yang masuk bagian India. ia mencabut otonomi khusus daerah itu pada 2019 dan menerapkan darurat militer sejak itu.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


