Mengapa India Berbelot Membela Israel

Dengarkan Artikel Ini

Tak hanya itu, Israel juga menyediakan foto-foto dari satelit militernya untuk mencari lokasi strategis Angkatan Darat Pakistan.

India adalah pemimpin Gerakan Non-Blok (GNB) selama era Perang Dingin dan memelihara hubungan dekat dengan dunia Arab dan Uni Soviet. Hal ini juga berarti bahwa India tidak mendukung rezim “kolonial” (seperti Israel) atau apartheid (Afrika Selatan).

Setelah perang Kargil, pemerintahan BJP yang dipimpin Atal Bihari Vajpayee mengirim Menteri Luar Negeri Jaswant Singh ke Israel untuk kunjungan bilateral pertama pada tahun 2000. LK Advani, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, juga mengunjungi Israel pada tahun yang sama.

Pasukan India membombardir tentara Pakistan dengan senjata bantuan Israel pada Perang Kargil di Kashmir, 1999. – (Public Domains)
India merasakan kebutuhan untuk memodernisasi infrastruktur pertahanannya yang rapuh setelah perang Kargil dan meminta bantuan Israel, yang terkenal dengan teknologi pertahanannya yang canggih. India menandatangani perjanjian pertahanan pertamanya dengan Israel pada tahun 2000 untuk sistem rudal permukaan-ke-udara Barak-1.

Sistem rudal Barak terutama dirancang untuk pertahanan angkatan laut, dan dimaksudkan untuk dipasang di kapal perang Angkatan Laut India. Kesepakatan tersebut tidak hanya melibatkan penjualan sistem rudal Barak tetapi juga mencakup transfer teknologi, yang memungkinkan India memproduksi rudal tersebut di dalam negeri.

Tidak hanya pertahanan, India dan Israel telah berkolaborasi di sektor lain seperti pertanian, teknologi, dan penelitian dan pengembangan. Pada 2003, Ariel Sharon menjadi Perdana Menteri Israel pertama yang mengunjungi India.

Meskipun Sharon harus mempersingkat kunjungannya karena serangan teror di Tel Aviv, Wakil Perdana Menterinya Yosef Lapid menyatakan bahwa: “India dan Israel memiliki hubungan dekat dalam bidang pertahanan dan Israel adalah pemasok senjata terbesar kedua ke India.”

Hubungan India-Israel kemudian meroket sejak Perdana Menteri India Narendra Modi naik tampuk pada 2014. Narendra Modi yang basis dukungannya adalah kelompok nasionalis Hindu tak lagi mempertimbangkan perasaan Muslim India seperti para pendahulunya. Selain itu, di masa datang Modi terbukti punya rencana terhadap wilayah Jammu-Kashmir yang masuk bagian India. ia mencabut otonomi khusus daerah itu pada 2019 dan menerapkan darurat militer sejak itu.

Ketika Narendra Modi menjadi perdana menteri pada 2014, dia memberikan sentuhan pribadi pada hubungan India-Israel. Bahkan pada 2006, sebagai Ketua Menteri Gujarat, Modi mengunjungi Israel untuk mengikuti pameran Agritech dan memberikan pujian kepada masyarakat dan negara Yahudi.

Secara kebijakan umum, Modi, mempertahankan sikap awal India atas negara Palestina yang merdeka dan berdaulat. Namun, hubungan New Delhi dengan Israel juga mencapai tingkat yang baru. Modi menjadi perdana menteri India pertama yang mengunjungi Israel pada 4 Juli 2017.

India juga tidak bersikap keras terhadap Israel di forum internasional. Hal ini terlihat ketika New Delhi abstain dalam pemungutan suara di Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang menyetujui laporan Komisi Penyelidikan Gaza pada Juli 2015. Empat puluh satu negara memilih untuk mengadopsi temuan laporan tersebut, dan India adalah salah satu dari lima negara yang abstain.

Pada 2021, India berpartisipasi dalam debat Dewan Keamanan PBB tentang bentrokan antara Israel dan Hamas.

TS Tirumurti, wakil tetap India untuk PBB saat itu, menegaskan kembali komitmen India yang “tak tergoyahkan” terhadap solusi dua negara. Namun, ia juga “mengutuk” penembakan roket “sembarangan” dari Gaza dan menyebut serangan Israel bersifat “balas dendam” dan bukan tindakan agresi.

Saat Operasi Badai al-Aqsa dilancarkan pejuang Palestina dan kemudian dibalas dengan brutal oleh Israel, Modi menegaskan sikapnya.

“Rakyat India berdiri teguh bersama Israel di masa sulit ini. India dengan tegas dan tegas mengutuk terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya,” kata PM Modi dalam postingan media sosial yang mengutuk serangan tersebut. (rich)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca