Memasuki 100 hari Serangan Genosida, Israel Tak Mengindahkan Seruan Penghentian Perang
- Dampak nyata boikot
Salah satu upaya yang dilakukan masyarakat di seluruh dunia untuk membantu Palestina adalah dengan melakukan aksi boikot sejumlah produk yang terafiliasi dengan Israel. Dan aksi tersebut nyatanya berdampak cukup besar pada merek-merek tersebut.
Starbuck misalnya, aksi boikot dalam satu tahun terakhir menyebabkan perusahaan mengalami penurunan nilai pasar sebesar hampir 11 miliar dolar AS pada akhir 2023. Begitu juga dengan waralaba McDonalds terutama untuk gerai gerai di wilayah Timur Tengah. Begitu juga dengan merek-merek lain yang masuk dalam daftar boikot BDS, ikut merasakan dampak nyata. Di dalam negeri tak heran jika kemudian merek-merek yang masuk dalam daftar boikot berusaha “membersihkan nama” dengan ramai-ramai menyalurkan bantuan untuk Palestina.
- Israel janjikan rakyat Palestina memerintah di Gaza
Terbaru, Israel menjanjikan rakyat Palestina akan menjadi pemimpin dan bisa membentuk pemerintahaan sendiri di Jalur Gaza usai perang. Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant meyakinkan publik bahwa Jalur Gaza akan dikontrol dan diperintah oleh rakyat Palestina ketika perang dengan Hamas berakhir. Namun dia mengatakan, nantinya pasukan Israel akan tetap memiliki kebebasan beroperasi di wilayah tersebut.
Perang di Jalur Gaza belum berakhir, namun rakyat Palestina di sana terus melakukan perlawanan. Meski Israel menyatakan sedikit lagi akan memenangkan pertempuran di Gaza, namun fakta di lapangan justru pasukan Israel terus mengalami kerugian baik dari sisi peralatan maupun personel.
Dukungan terhadap Palestina juga masih terus mengalir deras dari berbagai penjuru dunia, termasuk di dalam negeri. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia akan memberikan masukan di Mahkamah Internasional terkait konflik Palestina-Israel pada 19 Februari nanti.
Indonesia merupakan salah satu negara anggota PBB yang diundang ICJ untuk memberikan pandangan hukum soal genosida yang dilakukan Israel di Gaza. Retno mengatakan tindakan tak sah yang dilakukan Israel harus dihentikan.
Hadirnya Indonesia di Mahkamah Internasional ini diharapkan akan menjadi langkah diplomasi kuat dalam mendukung upaya perjuangan Palestina. Jangan berhenti membela Palestina, sampai Palestina merdeka. (zul)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


