Lebih dari Satu Juta Warga Terpaksa Meninggalkan Rumah
Meski warga masih berkemas dan pindah, suara ledakan serangan udara sudah terdengar di timur Rafah. Asap dan debu memberikan latar belakang menakutan selama evakuasi paksa.
“Kami tidak tidur sejak pukul 2 pagi karena pengeboman itu, dan kami bangun di pagi hari untuk menemukan hujan mengguyur deras, kami tenggelam dalam hujan, pakaian dan barang-barang kami, kami keluar ke jalan. Kami juga bangun untuk berita yang lebih buruk, seruan untuk meninggalkan Rafah. Genosida terbesar akan terjadi, bencana terbesar akan terjadi di Rafah,” kata salah satu pengungsi Aminah Adwan.
Sementara itu Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sudah lebih dari 34 ribu orang tewas akibat serangan Israel ke kantong pemukiman rakyat Palestina itu sejak Oktober lalu. (zul)
Baca juga :
- Selamat Hari Bhayangkara: 80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat
- Breaking News: Argentina Tutup Fase Grup Piala Dunia FIFA 2026 dengan Kemenangan 3-1 atas Yordania di AT&T Stadium
- Piala Dunia FIFA 2026: Afrika Selatan Lolos Dampingi Meksiko Menuju Fase Gugur
- Formasi Drone “Ubur-Ubur” Iran Diduga Lumpuhkan F-15 Amerika, Pengakuan Pilot Picu Kekhawatiran Baru soal Perang Drone
- Wisuda Bimba Opung ASA Kidz Station 2026: Momen Haru, Ceria, dan Penuh Kenangan dalam Pelepasan Generasi Hebat
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


