Lebih dari Satu Juta Warga Terpaksa Meninggalkan Rumah

Dengarkan Artikel Ini

Meski warga masih berkemas dan pindah, suara ledakan serangan udara sudah terdengar di timur Rafah. Asap dan debu memberikan latar belakang menakutan selama evakuasi paksa.

“Kami tidak tidur sejak pukul 2 pagi karena pengeboman itu, dan kami bangun di pagi hari untuk menemukan hujan mengguyur deras, kami tenggelam dalam hujan, pakaian dan barang-barang kami, kami keluar ke jalan. Kami juga bangun untuk berita yang lebih buruk, seruan untuk meninggalkan Rafah. Genosida terbesar akan terjadi, bencana terbesar akan terjadi di Rafah,” kata salah satu pengungsi Aminah Adwan.

Sementara itu Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sudah lebih dari 34 ribu orang tewas akibat serangan Israel ke kantong pemukiman rakyat Palestina itu sejak Oktober lalu. (zul)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca