Lebih dari Satu Juta Warga Terpaksa Meninggalkan Rumah
Meski warga masih berkemas dan pindah, suara ledakan serangan udara sudah terdengar di timur Rafah. Asap dan debu memberikan latar belakang menakutan selama evakuasi paksa.
“Kami tidak tidur sejak pukul 2 pagi karena pengeboman itu, dan kami bangun di pagi hari untuk menemukan hujan mengguyur deras, kami tenggelam dalam hujan, pakaian dan barang-barang kami, kami keluar ke jalan. Kami juga bangun untuk berita yang lebih buruk, seruan untuk meninggalkan Rafah. Genosida terbesar akan terjadi, bencana terbesar akan terjadi di Rafah,” kata salah satu pengungsi Aminah Adwan.
Sementara itu Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sudah lebih dari 34 ribu orang tewas akibat serangan Israel ke kantong pemukiman rakyat Palestina itu sejak Oktober lalu. (zul)
Baca juga :
- Hari Santri Nasional 2026: Santri Ponpes Mahabbatul Qur’an Raih Prestasi Membanggakan dalam MHQ Kota Bekasi & Tangerang Tahun 2026
- Kanwil Kementerian Haji Dan Umrah NTT: ‘Selamat Memperingati Hari Santri Nasional’
- Hari Santri Nasional 2026: Meneladani Peran Rumah Tahfidz Qur’an Opung Membina Generasi Qurani
- PPDB 2027/2028 MTs dan SMP Islam Al Huda Rawasapi Resmi Dibuka, Gratis SPP Bagi Yatim Segera Daftar!
- Sejarah TNI: Dari Perjuangan Kemerdekaan 1945 hingga HUT ke-81 Tahun 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


