Ketika Islam dan Budaya nya Sudah Mengakar di Jerman
Kategori terakhir mencakup 71 kasus penganiayaan fisik, 44 kasus pengrusakan properti, tiga serangan pembakaran, dan 49 tindakan kekerasan lainnya.
Selain itu, serangan bermotif rasial terhadap generasi muda dan anak-anak semakin meningkat, katanya.
Ada kasus di mana perempuan diserang di hadapan anak-anaknya dan perempuan hamil ditendang atau dipukul di bagian perut.
Penulis penelitian berasumsi bahwa jumlah kasus yang tidak dilaporkan tinggi karena tidak adanya pemberitaan media yang luas.
Laporan situasi pertama mencakup data dari 10 pusat nasihat di lima negara bagian Jerman serta laporan melalui portal “I-Report”, statistik kekerasan bermotif politik, serta laporan polisi dan pers.
Laporan tersebut menyebutkan, kejahatan anti-Muslim seringkali tidak diakui atau mereka yang terkena dampak tidak melaporkannya karena kurangnya kepercayaan pada pihak berwenang.
Terkait itu, ada seruan untuk perluasan struktur pelaporan dan peningkatan kesadaran mengenai topik kekerasan pada Muslim oleh pihak berwenang, sekolah, dan sektor kesehatan.
Sebagai negara berpenduduk lebih dari 84 juta jiwa, Jerman memiliki populasi Muslim terbesar kedua di Eropa Barat setelah Prancis. Berdasarkan angka resmi, Jerman adalah rumah bagi lebih dari 5 juta Muslim. (git/DW)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


