Kementerian Kesehatan Nyatakan Gaza Jadi Daerah Epidemi Polio
Sementara itu, Kementerian Kesehatan menjelaskan, penargetan pasukan penjajah Israel terhadap pusat-pusat kesehatan dan rumah sakit menyebabkan 24 rumah sakit pemerintah dan swasta tidak dapat beroperasi. Sementara, hanya ada 14 rumah sakit yang masih beroperasi sebagian.
Agresi Israel juga menyebabkan 64 pusat kesehatan – dari 90 pusat kesehatan – tidak dapat beroperasi. Di sisi lain, lebih dari 130 mobil dihancurkan.
Kementerian Kesehatan juga mencatat, jumlah total permintaan untuk berobat ke luar negeri mencapai 25.000 orang. Sementara itu, jumlah yang mendapat koordinasi dan persetujuan untuk melakukan perjalanan mencapai 6.645 orang, sedangkan jumlah yang dapat melakukan perjalanan ke luar Jalur Gaza hanya 4.895 orang yang terluka dan sakit.
Selain itu, perlintasan tidak lagi berfungsi karena ditutup oleh pasukan penjajah Israel sejak 5 Juli lalu.
Pelanggaran Israel terhadap sistem kesehatan, kemampuan dan kader-kadernya terus berlanjut, puluhan institusi kesehatan telah dirusak, lebih dari 885 kader kesehatan dan spesialis medis menjadi martir, dan sedikitnya 310 di antaranya ditangkap.
Jumlah kumulatif syuhada sejak awal agresi telah mencapai 39.363 syuhada, di mana 29.608 di antaranya memiliki data lengkap di Kementerian Kesehatan. Di samping itu, ada 9.755 syuhada yang datanya tidak lengkap. Jumlah korban luka-luka juga telah melampaui 90.923 orang.
Jumlah laporan melalui tautan elektronik yang diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan di Gaza pada (5 Januari 2024) untuk melaporkan para syuhada dan orang hilang telah mencapai 4.989 laporan.Jumlah kumulatif layanan ambulans telah mencapai lebih dari 118.292 misi sejak awal agresi.
Pusat-pusat perawatan primer pemerintah terus beroperasi meskipun ada hambatan, kekurangan obat-obatan, kelangkaan air, dan kurangnya keamanan dan keselamatan, dengan total kunjungan sejak awal agresi mencapai 1.867.687, 85% di antaranya untuk layanan darurat.
Jumlah kumulatif para syuhada sejak awal agresi mencapai 39.363 syuhada, di mana 29.608 di antaranya telah melengkapi datanya di Kementerian Kesehatan, di samping 9.755 syuhada yang datanya belum lengkap. (zul)
Baca juga :
- Piala Dunia FIFA 2026: Korea Selatan Imbangi Meksiko 0-0 Babak Pertama
- Thomas Tuchel: Pemain Timnas Inggris Perlihatkan Karakter Tim Sebenarnya di Babak Kedua, Inggris 4-2 Kroasia
- Tasmi Al-Qur’an Rumah Tahfidz Al-Qur’an Opung (RTO), Dalam Munaqosyah Semester Santriwan dan Santriwati
- INFO LOKER DKI Jakarta 2026: Program Padat Karya dengan Gaji Setara UMP Rp5,7 Juta per Bulan
- MTs dan SMP Islam Al Huda Rawasapi: Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


