Kelaparan Akut Terus Menghantui Jalur Gaza
Hampir tidak ada layanan kesehatan yang tersedia di kota Rafah. Hanya satu rumah sakit lapangan yang masih berfungsi sebagian, namun saat ini tidak dapat diakses karena adanya permusuhan di sekitarnya dan hanya dapat memberikan layanan dasar kepada pasien di dalamnya.
Dua rumah sakit lapangan berfungsi di wilayah pesisir Rafah (al-Mawasi) tetapi mereka sangat kewalahan mengingat besarnya kebutuhan,” kata WHO dalam sebuah postingan di X.
Organisasi tersebut mendesak gencatan senjata untuk memulihkan rumah sakit di sana. “Dengan meningkatnya serangan akibat operasi militer yang sedang berlangsung, kurangnya layanan kesehatan akan menyebabkan peningkatan kematian dan penderitaan yang tidak perlu.”
Juru bicara Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) mengatakan anak-anak di Gaza kelaparan karena masih adanya hambatan terhadap akses bantuan.
Setidaknya 36.379 warga Palestina telah syahid dan 82.407 terluka dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober, kata Kementerian Kesehatan di Gaza. Kementerian menambahkan bahwa 95 orang tewas dan 350 orang terluka dalam periode pelaporan 24 jam terakhir.
“Kami terus menegaskan bahwa kewajiban pemerintah Israel berdasarkan hukum untuk memfasilitasi pengiriman bantuan tidak berhenti di perbatasan, tidak berhenti ketika Anda turun hanya beberapa meter melintasi perbatasan. Bantuan yang masuk tidak sampai ke masyarakat. Menurut saya, mereka tentu saja tidak mendapatkan jumlah yang sangat mereka perlukan untuk mencegah kelaparan, untuk mencegah segala jenis kengerian yang kita lihat,” papar Jens Laerke. (zul)
Baca juga :
- Gempa Bumi M5.2 Kembali Mengguncang Pulau Flores dan Sekitarnya
- Peluang Emas! Pendaftaran Beasiswa Santri BAZNAS 2026 Resmi Dibuka, Kuota 2.500 Orang
- RESPALDA Al Huda Rawasapi Bawa Pulang Dua Prestasi dari LKBB PION XV SMAN 5 Bekasi
- Update Gempa Susulan Flores M7,7: Tembus 10.232 Kejadian, Pola Mulai Menurun
- Banjarnegara Diguncang Gempa Darat M2.5, Tidak Berpotensi Taunami
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


