Katering Jamaah Haji Dihentikan Sementara
“PPIH telah bekerja sama dengan muassasah/masyariq untuk menyiapkan 16 kali layanan katering pada fase Armuzna,” kata Arsyad.
Khusus untuk jamaah yang mengambil nafar awal, kembali ke Makkah pada 12 Dzulhijjah mereka juga belum mendapat layanan katering di hotelnya. Sebab, saat itu layanan katering masih dipusatkan di Mina.
“Layanan katering pada hotel di Makkah akan mulai diberikan kembali pada 16 Dzulhijjah 1444 H. Layanan ini akan diberikan kepada jamaah yang belum habis paket kateringnya yang sebanyak 66 kali makan di Makkah,” ujarnya.
Seperti diketahui, Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 H/2023 M telah menyiapkan 66 kali makan untuk jamaah haji selama berada di Makkah. Paket konsumsi itu dibagikan tiga kali sehari sejak awal kedatangan jamaah haji di kota kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Selain katering, layanan transportasi bus sholawat juga akan dihentikan sementara.
“Menjelang Armuzna itu semua bus sholawat akan ditarik dari jalanan di Makkah sebagai persiapan mengantarkan jamaah dari Makkah ke Arafah. Setiap tahun seperti itu, tidak hanya Indonesia tapi semua negara,” kata Arsad.
Di sisi lain, jumlah jamaah haji Indonesia yang sudah berada di Makkah hingga saat ini mencapai 80.613 jamaah dari 212 kloter. Dari jumlah tersebut sebanyak 24.596 merupakan jamaah haji lansia. (dul)
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


