Kasus Polio Pertama di Gaza Setelah 25 Tahun
Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan bahwa pelaksanaan yang berhasil membutuhkan cakupan setidaknya 95%.
Unit kemanusiaan militer Israel (COGAT) mengatakan bahwa kampanye vaksinasi akan dilakukan dalam koordinasi dengan militer Israel “sebagai bagian dari jeda kemanusiaan rutin yang akan memungkinkan penduduk mencapai pusat-pusat medis tempat vaksinasi akan diberikan”.
Putaran kedua direncanakan pada akhir September.
Kasus Gaza yang berasal dari vaksin dianggap sebagai kemunduran dalam perjuangan global melawan polio yang telah menurunkan kasus lebih dari 99 persen sejak 1988 berkat kampanye vaksinasi massal.
Polio liar saat ini hanya endemik di Pakistan dan Afghanistan meskipun lebih dari 30 negara masih terdaftar oleh WHO sebagai subjek wabah, termasuk tetangga Gaza, Mesir dan Israel.
Organisasi Kesehatan Dunia telah memperingatkan adanya penyebaran lebih lanjut polio di dalam Gaza dan melintasi perbatasan mengingat kondisi kesehatan dan kebersihan yang buruk di sana.
Poliomielitis, yang terutama menyebar melalui jalur fekal-oral, adalah virus yang sangat menular yang dapat menyerang sistem saraf dan menyebabkan kelumpuhan dan kematian pada anak-anak kecil dengan risiko tertinggi pada usia di bawah 2 tahun. Dalam hampir semua kasus, virus ini tidak menunjukkan gejala, sehingga sulit dideteksi. (zul)
Baca juga :
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
- Selamat Hari Bhayangkara: 80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat
- Breaking News: Argentina Tutup Fase Grup Piala Dunia FIFA 2026 dengan Kemenangan 3-1 atas Yordania di AT&T Stadium
- Piala Dunia FIFA 2026: Afrika Selatan Lolos Dampingi Meksiko Menuju Fase Gugur
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


