Israel Menghantam Kelaparan Warga Palestina Sebagai Senjata Perang

Dengarkan Artikel Ini

The Times melaporkan, mengutip Kantor Koordinasi Urusan Bantuan PBB, 10 toko roti rusak akibat serangan udara pekan lalu. Tiga toko roti juga ditutup karena kekurangan bahan bakar, dan lainnya kemungkinan besar akan tutup.

“Sangat biadab melihat laboratorium dibom sementara warga sipil antri setiap hari untuk mendapatkan makanan bagi keluarga mereka. Mereka yang selamat dari pemboman mungkin malah mati kelaparan.,” kata Reham Jaafari, dari ActionAid Palestine.

Saat mengantri di toko roti Doha, Mahmoud Muhammad Zorob, ayah dari delapan anak, berjalan sekitar lima mil untuk mencapai toko roti tersebut. Dia mengantri sejak pukul 05.00 pagi, namun pada akhirnya pemilik toko menginformasikan roti telah habis.

“Saat ini, ada anak-anak yang sekarat karena kelaparan, jadi saya memakan apa pun, apakah itu biskuit, lentil, atau apa pun,” katanya.

Hana Abu Sharkh (42 tahun), ibu dari enam anak, secara ajaib bisa selamat setelah rumahnya dibom. Meski begitu, dia harus menghadapi tantangan berat setelah selamat dari maut.

“Situasi di sini buruk dalam segala aspek. Ada banyak hari ketika Aku berpuasa dan tidak makan untuk memberi makan anak-anakku, karena toko roti kosong roti,” tuturnya.(zl/AZ)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca