Israel Bombardir Wilayah Selatan Gaza
Pada Jumat (20/10/2023) Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan rencana evakuasi di Kiryat Shmona, sebuah kota berpenduduk lebih dari 20.000 penduduk di dekat perbatasan Lebanon.
Kelompok Hizbullah di Lebanon yang memiliki persenjataan besar berupa roket jarak jauh, hampir setiap hari saling baku tembak dengan Israel di sepanjang perbatasan. Kelompok yang didukung Iran ini mengisyaratkan akan ikut berperang jika Israel berusaha memusnahkan Hamas.
Iran yang mendukung Hizbullah dan Hamas mendukung rencana tersebut. Sementara Presiden AS Joe Biden menjanjikan dukungan yang tak tergoyahkan bagi keamanan Israel, “hari ini dan selamanya.”
Ia menambahkan dunia “tidak bisa mengabaikan kemanusiaan warga Palestina yang tidak bersalah” di Jalur Gaza yang terkepung. Dalam pidatonya di Ruang Oval, beberapa jam setelah kembali ke Washington dari kunjungan darurat ke Israel, Biden membedakan antara warga Palestina pada umumnya dan Hamas.
Ia menghubungkan perang yang terjadi saat ini di Gaza dengan invasi Rusia ke Ukraina. Biden mengatakan Hamas dan Presiden Rusia Vladimir Putin “ingin sepenuhnya memusnahkan demokrasi di negara tetangga.”
Biden mengatakan ia mengirimkan “permintaan anggaran mendesak” ke Kongres pada untuk mencakup bantuan militer darurat ke Israel dan Ukraina. (Satria/AP)
Baca juga :
- Persija Sementara Unggul 1-0 Atas Persib dalam Super Big Match
- Lowongan Kerja Product Representative di DepoProyek.id untuk Penempatan Bekasi Raya dan DKI Jakarta
- SPEK Dukung Penguatan Tata Kelola YPK dan Masa Depan IKOPIN University
- Turnamen Sepak Bola U-16 ‘H Jalal Cup 2026’ Digelar di Jatimulya-Kabupaten Bekasi
- Gempa Bumi M5.2 Kembali Mengguncang Pulau Flores dan Sekitarnya
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


