Hamas Rilis Laporan Tentang Operasi Badai Al Aqsa Menjelaskan Motif Di balik Serangan Mereka ke Israel
Lebih lanjut, rekaman video dan kesaksian warga Israel diduga menunjukkan bahwa Brigade Al-Qassam tidak menargetkan warga sipil pada hari itu.
Laporan tersebut mengklaim bahwa banyak korban di pihak Israel disebabkan oleh tembakan dari tentara dan polisi mereka di tengah kekacauan tersebut.
“Pejuang Palestina secara eksklusif menargetkan tentara pendudukan dan individu bersenjata yang menentang rakyat kami,” tegas dokumen tersebut.
Bagian ketiga menyerukan penyelidikan internasional terhadap kejahatan perang Israel, menyoroti perlawanan yang dihadapi Palestina ketika meminta penyelidikan semacam itu di ICC.
Hamas mendesak negara-negara, khususnya Amerika Serikat, Jerman, Kanada, dan Inggris, untuk mendukung keadilan dengan mendukung penyelidikan atas kejahatan yang dilakukan di wilayah pendudukan Palestina.
Pada bagian keempat, berjudul ‘Siapa Hamas’, kelompok ini mendefinisikan dirinya sebagai gerakan pembebasan nasional dengan tujuan dan misi pasti yang didasarkan pada hak warga Palestina untuk membela diri, membebaskan, dan menentukan nasib sendiri.
Ini berbicara tentang perjuangan heroik rakyat Palestina melawan pendudukan Israel yang brutal dan berkepanjangan, yang ditandai dengan agresi dan pembantaian yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang sebagian besar menargetkan warga sipil.
Bagian terakhir, ‘Apa yang Dibutuhkan’, menyerukan penghentian segera agresi Israel di Gaza, pertanggungjawaban hukum atas penderitaan manusia yang menimpa rakyat Palestina, dan tuntutan terhadap Israel atas kejahatan terhadap warga sipil dan infrastruktur.
Hamas mengimbau komunitas global, terutama negara-negara yang sebelumnya terjajah, untuk mengakui penderitaan rakyat Palestina dan memulai gerakan solidaritas di seluruh dunia, mempromosikan keadilan, kesetaraan, dan hak atas kebebasan dan martabat.
Setelah serangan lintas batas Hamas, Israel memulai serangan hebat di Jalur Gaza, menewaskan lebih dari 25 ribu warga Palestina dan melukai 62.681 lainnya.
PBB melaporkan bahwa serangan ini telah membuat 85 persen penduduk Gaza mengungsi, menyebabkan kekurangan makanan, air, dan obat-obatan, serta merusak atau menghancurkan 60 persen infrastruktur di wilayah tersebut. (zul)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


