Dibombardir Serangan Israel Membuat Banyak Jenazah Yang Tidak Sempat Dievakuasi
“Di sana, kita harus memberikan prioritas kepada mereka yang masih bernapas di bawah puing-puing. Pilihan selalu dibuat antara korban meninggal dan korban hidup, namun tidak pernah antara korban yang masih hidup. Jika kita mengetahui ada seseorang yang masih hidup, mungkin diperlukan waktu berjam-jam untuk mengeluarkan mereka dari bawah reruntuhan, namun kita tidak akan pernah bisa meninggalkan mereka di sana,” tuturnya.
Krisis ini semakin diperburuk dengan kurangnya bahan bakar yang dibutuhkan untuk buldoser, yang diandalkan oleh kru pertahanan sipil untuk menghilangkan puing-puing bangunan tempat tinggal bertingkat dan menjangkau para korban.
Di lingkungan Shujaiya, puluhan bangunan tempat tinggal dirobohkan tanpa peringatan sebelumnya dari tentara Israel untuk dievakuasi. Akibatnya, seluruh keluarga besar telah musnah, dan sebagian besar orang masih hilang di bawah puing-puing. (zal/AP)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


