Dibombardir Serangan Israel Membuat Banyak Jenazah Yang Tidak Sempat Dievakuasi
“Di sana, kita harus memberikan prioritas kepada mereka yang masih bernapas di bawah puing-puing. Pilihan selalu dibuat antara korban meninggal dan korban hidup, namun tidak pernah antara korban yang masih hidup. Jika kita mengetahui ada seseorang yang masih hidup, mungkin diperlukan waktu berjam-jam untuk mengeluarkan mereka dari bawah reruntuhan, namun kita tidak akan pernah bisa meninggalkan mereka di sana,” tuturnya.
Krisis ini semakin diperburuk dengan kurangnya bahan bakar yang dibutuhkan untuk buldoser, yang diandalkan oleh kru pertahanan sipil untuk menghilangkan puing-puing bangunan tempat tinggal bertingkat dan menjangkau para korban.
Di lingkungan Shujaiya, puluhan bangunan tempat tinggal dirobohkan tanpa peringatan sebelumnya dari tentara Israel untuk dievakuasi. Akibatnya, seluruh keluarga besar telah musnah, dan sebagian besar orang masih hilang di bawah puing-puing. (zal/AP)
Baca juga :
- Persija Sementara Unggul 1-0 Atas Persib dalam Super Big Match
- Lowongan Kerja Product Representative di DepoProyek.id untuk Penempatan Bekasi Raya dan DKI Jakarta
- SPEK Dukung Penguatan Tata Kelola YPK dan Masa Depan IKOPIN University
- Turnamen Sepak Bola U-16 ‘H Jalal Cup 2026’ Digelar di Jatimulya-Kabupaten Bekasi
- Gempa Bumi M5.2 Kembali Mengguncang Pulau Flores dan Sekitarnya
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


