Curhatan Petugas Safari Wukuf Dalam Menangani Jamaah Haji Lansia
“Allah berkehendak lain. Ada 10 tim PKP3JH di mana ada 6 perawat di dalamnya, mendapat tugas khusus merawat lansia. Sebelumnya, kami bertugas di Seksus Haram hingga 12 jam, bahkan saat peralihan sift bisa sampai 18 jam. Tapi itu memang tugas sehingga kami tidak keberatan,” sebutnya.
“Basic saya adalah perawat, pernah mempelajari masalah penanganan lansia. Alhamdulillah itu bisa menjadi modal,” sambungnya.
Rudy, panggilan akrabnya, bercerita tentang tugas yang harus dilakukan tim safari wukuf jamaah lansia dan disabilitas. Mereka harus memandikan jamaah yang memang sudah tidak bisa melakukannya secara mandiri. Mereka juga menyuapi makannya, membersihkan semuanya, mulai dari pakaian hingga kamar dan lainnya.
“Ada yang datang tidak membawa pakaian kecuali yang dikenakan. Untung PPIH siapkan kerudung dan mukena. Mereka sangat senang saat semua perangkat yang ada dikasihkan ke mereka. Bahkan, saking senangnya, mereka mau kasih uang, tapi kita tidak menerima dan menjelaskan bahwa semua ini adalah tugasnya,” kenangnya.
Rudy mengaku sejak awal kedatangan, dirinya juga memberikan perhatian khusus kepada Pak Zainal (91 tahun) karena mengalami dehidrasi berat. Jamaah lansia itu dikasihnya elektrolit, disuapi makan, meski hanya sesuap – dua suap.
“Saya mandikan. Kadang BAB nya ke mana-mana. Alhamdulillah, fase itu sudah terlewati semua,” ucap Rudy.
“Kami sangat emosional saat berpisah. Karena kedekatan yang sudah terjalin. Meski singkat, tapi ini mengikat kedekatan,” sambungnya dengan mata berkaca.
Selain memandikan serta membersihkan kamar dan pakaian, lanjut Rudy, tim Safari Wukuf juga harus mengenakan rutin mengganti panpers lansia. Selain itu, mereka punya program sarapan bersama. Giat bersama ini penting untuk menumbuhkan semangat bersosialisasi. Tim Safari Wukuf juga menggelar senam lansia.
“Kebetulan di Hotel 409 ada petugas dengan basic psikioterapis. Kami gelar senam lansia dan ini cukup memupuk kebersamaan,” katanya.
Program lainnya adalah ibadah bersama, terutama saat Magrib dan Isya. Setelah itu, disampaikan tausiah oleh pembimbing ibadah, Ustad Khalilurrahman. Makan malam juga digelar bersama.
Sebanyak 129 jamaah lansia dan disabilitas ini dibawa dengan lima bus dan satu coaster pada 9 Zulhijah 1444 H atau 27 Juni 2023. Mereka didampingi 55 petugas untuk menjalani safari wukuf di Padang Arafah.
Setelah itu, mereka kembali ke hotel transit. Untuk ibadah lontar jumrah, pelaksanaannya diwakilkan oleh tim Safari Wukuf dan sebagian yang lain diwakilkan oleh petugas kloter.
Sementara Tawaf Ifadlahnya diwakilkan oleh tim petugas kloter sekembalinya mereka ke kloternya masing-masing.
“Intinya kita sering kumpulkan mereka untuk diajak bicara. Mereka butuh perhatian. Kami coba beri sentuhan dengan hati ikhlas. Sehingga mereka merasakan getarannya dan terasa juga buat kami. Mereka menetaskan air mata, menyampaikan terima kasih dan saling mendoakan,” tutupnya. (dul)
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


