Butuh Puluhan Tahun untuk Pulihkan Perekonomian di Gaza
Sejak 7 Oktober, tentara dan pemukim Israel telah menewaskan setidaknya 662 warga Palestina di Tepi Barat, menurut Kementerian Kesehatan Palestina. Sedikitnya 24 warga Israel, termasuk anggota pasukan keamanan, tewas dalam serangan Palestina selama periode yang sama, kata pejabat Israel.
Laporan menyebutkan faktor-faktor seperti perluasan permukiman, penyitaan tanah, penghancuran struktur Palestina, dan meningkatnya kekerasan pemukim telah mengungsikan komunitas Tepi Barat dan sangat berdampak pada kegiatan ekonomi. Sekitar 80 persen bisnis di Kota Tua Yerusalem telah menghentikan operasi baik sebagian atau seluruhnya, kata UNCTAD.
Kondisi pasar tenaga kerja di seluruh wilayah Palestina juga memburuk drastis sejak 7 Oktober. Laporan menunjukkan 96 persen bisnis di Tepi Barat mengurangi aktivitas dan lebih dari 42 persen mengurangi tenaga kerja mereka.
Secara total, 306.000 pekerjaan hilang, mendorong tingkat pengangguran Tepi Barat dari hampir 13 persen sebelum Israel melancarkan perang ke Gaza menjadi 32 persen. Sementara di Gaza, dua pertiga dari pekerjaan pra-perang – sekitar 201.000 posisi – telah hilang pada Januari, menurut laporan tersebut.
UNCTAD menyatakan pengangguran di wilayah yang terkepung itu mencapai 79 persen pada kuartal terakhir 2023, naik dari 46 persen pada kuartal sebelumnya. (zul)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


