Beberapa Rumah Sakit yang Menjadi Sasaran Target Zionis Israel

Dengarkan Artikel Ini

Sementara itu, dalam laporan MER-C, Israel kembali membombardir area sekitar RS Indonesia, pada Selasa (14/11/2023) malam, waktu setempat. Lebih dari 3.000 warga Palestina mengungsi ke rumah sakit tersebut.

RS Al-Quds
RS Al-Quds juga terkena imbas dari perang Israel di Gaza. Menurut Organisasi Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), pertempuran berlangsung di dekat RS Al-Quds ketika sedang dilakukan upaya untuk mengevakuasi pasien dari rumah sakit terbesar kedua di wilayah itu.

RS Al-Quds telah berjuang untuk merawat pasien, dengan akses terhadap obat-obatan, makanan dan air yang terbatas. Mereka menutup pintunya untuk pasien baru pada Ahad (12/11/2023).

“Rumah sakit dibiarkan mengurus dirinya sendiri di bawah pemboman Israel yang terus-menerus, sehingga menimbulkan risiko besar bagi staf medis, pasien, dan warga sipil yang kehilangan tempat tinggal,” kata PRCS dalam sebuah pernyataan, dikutip Al Jazeera.

PRCS, yang mengelola RS Al-Quds sejak 2001, meminta pertanggungjawaban komunitas internasional dan penandatangan Konvensi Jenewa Keempat atas kehancuran total sistem pelayanan kesehatan di Gaza dan krisis kemanusiaan yang mengerikan yang diakibatkannya.

Rumah sakit lainnya di Gaza Utara Beberapa rumah sakit di wilayah Gaza Utara seperti RS Anak Al-Nasr dan RS Khusus Anak Al-Rantisi tidak dapat lagi berfungsi tanpa akses terhadap bantuan medis.

Mereka juga berada di bawah serangan Israel. Pada Jumat (10/11/2023), puluhan pasien anak dan orang tua dievakuasi dari RS Al-Rantisi ke rumah sakit di negara tetangga, Mesir dan Yordania.

Menurut PBB, masih belum jelas apa yang terjadi pada 30 anak yang masih dirawat di RS Al-Nasr. Rumah sakit anak-anak lainnya, RS Kamal Adwan di Gaza Utara juga menghentikan operasinya setelah generator utamanya kehabisan bahan bakar,” terang Direktur Rumah Sakit Ahmed al-Kahlout.

Sementara itu, RS Al-Awda telah kehabisan bahan bakar. RS Persahabatan Turki-Palestina, yang dikelola oleh Universitas Islam Gaza berhenti beroperasi pada Senin (30/10/2023) setelah serangan udara, lalu kehabisan bahan bakar dan obat-obatan. (zul/AZ)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca