Banyak Rumah Sakit di Palestina Tidak Berfungsi dengan Sempurna
Gaza — 1miliarsantri.net : Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi mengungkapkan, beberapa rumah sakit di Gaza, Palestina yang masih beroperasi dengan pelayanan sangat minim, termasuk salah satunya Rumah Sakit Indonesia di Gaza, yang sempat menjadi target serangan Israel, kini tidak beroperasi maksimal sejak November 2023.
“Hanya beberapa rumah sakit yang masih memberikan pelayanan kesehatan itu pun sangat minim dan Rumah sakit Indonesia di Gaza sudah tidak berfungsi secara maksimal sejak November tahun lalu. Situasinya sangat memprihatinkan. Tidak ada satupun kalimat yang dapat menjelaskan bahwa kondisi bangsa Palestina mengalami perbaikan. Situasi makin memburuk,” ungkap Retno saat dikonfirmasi 1miliarsantri.net, Jumat (7/6/2024).
Sementara layanan medis porak-poranda, Israel justru mengintensifkan serangan di Gaza, termasuk Rafah. Rafah adalah sebuah kawasan di selatan Jalur Gaza yang sebelumnya dinyatakan sebagai zona aman bagi warga Palestina.
Retno menyebut, serangan Israel di Rafah, yang diklaim sebagai upaya memburu tokoh-tokoh Hamas, semakin memperparah situasi. Direktur Regional World Health Organization (WHO) untuk Mediterania Timur, Hanan Balkhy, menyebut adanya pemblokiran akses mendapatkan peralatan medis.
“Kita berbicara tentang ventilator, bahan kimia pemurnian hingga air bersih,” kata Balkhy, dikutip dari kantor berita Palestina WAFA.
Padahal, lanjut dia, sebanyak 11.000 pasien sakit kritis dan terluka memerlukan evakuasi medis segera. “Pasien yang keluar menunjukkan beberapa trauma yang sangat kompleks: patah tulang, organisme yang resistan terhadap berbagai obat, anak-anak yang sangat cacat,” ujarnya.
Balkhy juga menyoroti dampak buruk jangka panjang terhadap kesehatan anak-anak akibat konflik ini. Perang telah merusak upaya-upaya kesehatan dasar masyarakat, seperti akses air bersih, makanan sehat, dan imunisasi rutin, membuat anak-anak rentan terhadap berbagai penyakit seperti campak, cacar air, diare, dan penyakit pernafasan.
“Ini akan berdampak besar pada kesehatan mental. Ini akan menyebabkan sindrom stres pasca-trauma yang parah,” ujarnya.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


