DPP SPEK Sampaikan Belasungkawa atas Gempa Flores–NTT M7,7

Dengarkan Artikel Ini

Jakarta — 1miliarsantri.net | Dewan Pengurus Pusat Sarjana Penggerak Ekonomi Kerakyatan (DPP SPEK) menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas bencana Gempa Bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Berdasarkan data sementara pembaruan lapangan pada Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 09.00 WITA, Gempa Flores-NTT mengakibatkan 51 orang meninggal dunia, 64 orang mengalami luka berat, lebih dari 5.000 warga mengungsi, serta tercatat 341 aktivitas gempa susulan. Data tersebut masih dapat berubah seiring berlangsungnya proses pendataan, evakuasi, dan penanganan darurat di wilayah terdampak.

DPP SPEK menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat Flores yang terdampak bencana. DPP SPEK mendoakan agar para korban meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, para korban luka segera memperoleh kesembuhan, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.

“Bencana ini tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga mengguncang rasa aman, kehidupan sosial, dan perekonomian masyarakat. Karena itu, penanganan darurat dan proses pemulihan harus dilakukan secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan,” demikian sikap DPP SPEK dalam pernyataan belasungkawanya, yang disampaikan oleh M.Harun Ichsan Indradewa dan Bunyamin, SE.

DPP SPEK juga mengapresiasi kerja tim gabungan yang terdiri atas Basarnas, BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat dalam melakukan evakuasi serta memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

DPP SPEK mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut membantu proses tanggap darurat dan pemulihan pascagempa. Bantuan diharapkan disalurkan melalui kanal resmi pemerintah dan lembaga kemanusiaan yang kredibel, dengan memprioritaskan kebutuhan para pengungsi seperti air bersih, makanan siap saji, beras, obat-obatan, selimut, perlengkapan bayi, dan kebutuhan kelompok rentan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *