SPEK Dukung Penguatan Tata Kelola YPK dan Masa Depan IKOPIN University

Ketua Umum DPP “SPEK” M Harun Ichsan Indradewa menyatakan: Sarjana Penggerak Ekonomi Kerakyatan “SPEK”, Mendukung Penguatan Tata Kelola YPK dan Masa Depan IKOPIN University JAKARTA — 1miliarsantri.net | Sarjana Penggerak Ekonomi Kerakyatan (SPEK) menyampaikan dukungan terhadap penguatan tata kelola Yayasan Pendidikan Koperasi (YPK) dan IKOPIN University. Dukungan tersebut mencakup konsolidasi kelembagaan, proses transisi kepemimpinan universitas, penguatan jajaran Pembina YPK, serta percepatan transformasi kelembagaan IKOPIN University. Sikap SPEK ini disampaikan oleh M Harun Ichsan Indradewa, yang akrab disapa Kang Ichsan kepada redaksi 1miliarsantri.net. Ichsan yang merupakan Alumni IKOPIN angkatan 1984 menegaskan, “Sikap SPEK ini sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga keberlanjutan IKOPIN University sebagai perguruan tinggi yang memiliki sejarah panjang dan mandat strategis dalam pengembangan pendidikan perkoperasian, ekonomi kerakyatan, kewirausahaan, serta sumber daya manusia bagi dunia usaha dan pembangunan nasional.” Momentum Evaluasi dan Pembenahan Tata Kelola SPEK menghormati proses kelembagaan terkait pengunduran diri jajaran Rektorat IKOPIN University. Perubahan kepemimpinan tersebut dinilai perlu ditempatkan sebagai momentum untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, dan pembenahan tata kelola universitas secara menyeluruh. Menurut SPEK, proses transisi harus dilaksanakan secara transparan, profesional, akuntabel, dan tetap berorientasi pada kepentingan jangka panjang IKOPIN University. Stabilitas akademik, keberlanjutan program pendidikan, kepastian bagi mahasiswa dan dosen, serta kepercayaan para pemangku kepentingan perlu menjadi prioritas utama. “Setiap perubahan kepemimpinan harus menjadi momentum untuk memperkuat institusi, bukan menimbulkan ketidakpastian. Karena itu, seluruh proses perlu berjalan sesuai aturan, menjunjung etika akademik, dan mengutamakan kepentingan universitas,” demikian pokok sikap SPEK. Penguatan YPK Dinilai Strategis SPEK juga mendukung langkah-langkah penguatan internal Yayasan Pendidikan Koperasi, termasuk masuknya Dr. Fery Julianto, S.E., Ak. dalam jajaran Pembina YPK. Penguatan jajaran Pembina dipandang penting untuk menghadirkan tata kelola yayasan yang lebih profesional, kredibel, dan akuntabel. Selain itu, YPK diharapkan mampu membangun sistem pengawasan dan pengambilan keputusan yang efektif, transparan, serta adaptif terhadap perubahan lingkungan pendidikan tinggi. Bagi SPEK, YPK memiliki posisi penting dalam memastikan IKOPIN University berkembang sebagai institusi pendidikan yang sehat, mandiri, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan koperasi serta dunia usaha. Oleh sebab itu, pengelolaan yayasan perlu memperhatikan prinsip kepatuhan hukum, independensi, profesionalisme, dan kesinambungan kelembagaan. Dorong Prof. Dr. Dandan Irawan dan Assoc. Prof. Dr. Rahma Wahdiniwaty, sebagai Kandidat Rektor Dalam rangka memperkuat kepemimpinan universitas, SPEK mendorong Prof. Dr. Dandan Irawan, S.E., M.Si. dan Assoc. Prof. Dr. Rahma Wahdiniwaty, Dra., M.Si. untuk dipertimbangkan sebagai salah satu calon Rektor IKOPIN University. Sebagai alumni IKOPIN, Prof. Dandan dan Prof. Rahma dinilai memiliki kedekatan historis dan emosional dengan institusi tersebut. Selain itu, kapasitas akademik, pengalaman manajerial, serta jejaring nasional yang dimilikinya dipandang relevan dengan kebutuhan IKOPIN University dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi dan perkembangan ekonomi nasional.

Read More

DPP SPEK Sampaikan Belasungkawa atas Gempa Flores–NTT M7,7

Jakarta — 1miliarsantri.net | Dewan Pengurus Pusat Sarjana Penggerak Ekonomi Kerakyatan (DPP SPEK) menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas bencana Gempa Bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Berdasarkan data sementara pembaruan lapangan pada Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 09.00 WITA, Gempa Flores-NTT mengakibatkan 51 orang meninggal dunia, 64 orang mengalami luka berat, lebih dari 5.000 warga mengungsi, serta tercatat 341 aktivitas gempa susulan. Data tersebut masih dapat berubah seiring berlangsungnya proses pendataan, evakuasi, dan penanganan darurat di wilayah terdampak. DPP SPEK menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat Flores yang terdampak bencana. DPP SPEK mendoakan agar para korban meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, para korban luka segera memperoleh kesembuhan, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. “Bencana ini tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga mengguncang rasa aman, kehidupan sosial, dan perekonomian masyarakat. Karena itu, penanganan darurat dan proses pemulihan harus dilakukan secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan,” demikian sikap DPP SPEK dalam pernyataan belasungkawanya, yang disampaikan oleh M.Harun Ichsan Indradewa dan Bunyamin, SE. DPP SPEK juga mengapresiasi kerja tim gabungan yang terdiri atas Basarnas, BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat dalam melakukan evakuasi serta memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. DPP SPEK mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut membantu proses tanggap darurat dan pemulihan pascagempa. Bantuan diharapkan disalurkan melalui kanal resmi pemerintah dan lembaga kemanusiaan yang kredibel, dengan memprioritaskan kebutuhan para pengungsi seperti air bersih, makanan siap saji, beras, obat-obatan, selimut, perlengkapan bayi, dan kebutuhan kelompok rentan.

Read More

Peran SPEK Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Masa Depan Ekonomi Indonesia

Peran Sarjana Penggerak Ekonomi Kerakyatan (SPEK) dalam menjembatani Kebijakan dan Implementasi di Tingkat Akar Rumput Jakarta – 1miliarsantri.net | Ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan nasional dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah terus memperkuat sektor ini melalui berbagai program strategis, mulai dari peningkatan produksi pertanian, pembangunan infrastruktur irigasi, hingga penguatan distribusi dan intervensi gizi masyarakat. Komitmen tersebut juga tercermin dari alokasi anggaran yang signifikan. Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran ketahanan pangan dalam kisaran Rp155 triliun hingga Rp159 triliun yang tersebar di berbagai kementerian dan lembaga. Anggaran ini mencakup program subsidi pupuk, pengembangan kawasan pangan, modernisasi pertanian, hingga program berbasis masyarakat seperti penguatan desa dan UMKM. Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran ketahanan pangan dalam kisaran Rp155 triliun hingga Rp159 triliun yang tersebar di berbagai kementerian dan lembaga. Anggaran ini mencakup program subsidi pupuk, pengembangan kawasan pangan, modernisasi pertanian, hingga program berbasis masyarakat seperti penguatan desa dan UMKM. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun sistem pangan nasional yang kuat dan berkelanjutan. Namun demikian, tantangan utama dalam pembangunan ketahanan pangan tidak hanya terletak pada kebijakan dan anggaran, melainkan pada efektivitas implementasi di tingkat akar rumput. Koperasi Soko Guru Perekonomian Nasional Pelaku utama sektor pangan—petani, nelayan, serta pelaku UMKM—masih menghadapi berbagai kendala klasik, seperti keterbatasan akses pembiayaan, lemahnya manajemen usaha, keterbatasan akses pasar, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi. Kondisi ini menunjukkan bahwa intervensi program yang bersifat makro perlu dilengkapi dengan penguatan kelembagaan dan pendampingan di tingkat mikro. Pemikiran ini sejalan dengan pandangan Mohammad Hatta yang sejak awal telah menegaskan bahwa koperasi adalah soko guru perekonomian nasional. Koperasi dan Ketahanan Pangan Dalam berbagai pidatonya pada era 1950-an, Hatta menekankan bahwa kekuatan ekonomi bangsa harus dibangun dari bawah, melalui organisasi ekonomi rakyat yang berlandaskan asas kekeluargaan. Gagasan tersebut tetap relevan hingga hari ini, khususnya dalam konteks ketahanan pangan. Tanpa kelembagaan ekonomi yang kuat di tingkat rakyat, ketahanan pangan akan sulit terwujud secara berkelanjutan. Dalam perspektif yang lebih kontemporer, ekonom pembangunan Amartya Sen dalam karyanya Poverty and Famines (1981) juga menegaskan bahwa krisis pangan sering kali bukan disebabkan oleh kelangkaan produksi, melainkan karena lemahnya akses dan distribusi. Artinya, persoalan pangan tidak hanya soal produksi, tetapi juga menyangkut struktur ekonomi dan keadilan akses. Peran SPEK Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Masa Depan Ekonomi Kerakyatan Di sinilah peran organisasi masyarakat sipil menjadi penting. Sarjana Penggerak Ekonomi Koperasi (SPEK), sebagai organisasi nasional yang memiliki legalitas hukum, dan Kredibilitas SPEK juga diperkuat dengan kehadiran Dewan Pengarah yang diisi oleh tokoh-tokoh nasional yang mumpuni dalam bidangnya. Diantaranya, Dr. Ir. Burhanuddin Abdullah merupakan ekonom senior yang pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (2003–2008) dan memiliki pengalaman dalam kebijakan ekonomi nasional maupun internasional. Kehadiran beliau dalam jajaran Dewan Pengarah SPEK memperkuat arah strategis organisasi dalam mendukung pengembangan koperasi, UMKM, serta ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

Read More