Wafatnya Abu Thalib dan Turunnya Surah at-Taubah

Dengarkan Artikel Ini

Allah juga menurunkan ayat-Nya:

اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi tapi Allah memberi petunjuk kepada yang Dia kehendaki” (QS. al Qhashash ayat 56)

Demikianlah, Abu Thalib mati tetap dalam kekafirannya, meskipun selama hidupnya dia selalu membela dan melindungi Rasulullah ﷺ.

Dalam Shahih Muslim, terdapat sebuah hadis yang menggambarkan bagaimana kecintaan Nabi SAW kepada pamannya tersebut. Ini dapat membuat Abu Thalib memperoleh perlakuan berbeda dibanding seluruh penghuni neraka.

Seorang sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah engkau akan memberikan suatu manfaat kepada Abu Thalib, lantaran ia selalu menjagamu serta melindungimu?”

Nabi SAW menjawab, “Ya. Dia (Abu Thalib) berada di dalam dhahdah (pantai) dari neraka. Seandainya bukan karenaku, niscaya ia berada di tempat paling bawah dari neraka.” (yat)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca