UAH : Tips Menghilangkan Kebiasaan Nonton Blue Film ada Dalam Al Qur’an
Selain itu, UAH mengingatkan efek buruk menonton film porno untuk tubuh. Dia menyebut menonton film tak senonoh tersebut lebih berbahaya dari narkoba.
“Saya punya kawan, alumni dari Kanada jurusan syaraf, itu kita diskusi. Selain narkoba, yang paling bahaya adalah pornografi,” ungkapnya.
Mengutip laman resmi RSUP Dr. Sardjito, pernyataan UAH tersebut memang benar. Pornografi memiliki efek buruk pada tubuh. Awalnya saat melihat pornografi, reaksi yang ditimbulkan adalah perasaan jijik.
Hal itu terjadi karena manusia mempunyai sistem limbik. Sistem ini pula yang mengeluarkan hormon dopamin untuk menenangkan otak. Tetapi, dopamin juga akan memberi rasa senang, bahagia sekaligus ketagihan.
“Dopamin mengalir ke arah otak bagian Pre Frontal Korteks atau PFC. PFC menjadi tidak aktif karena terendam dopamin. Karena terus dibanjiri dopamin, PFC akan semakin mengkerut dan mengecil dan lama-lama menjadi tidak aktif akibanya fungsi dari bagian otak ini semakin tidak aktif,” tulis laman resmi RSUP Dr Sardjito. (yus)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


