Sikap Tawakal Menjadi Landasan Keberhasilan dan Ketenangan Hidup
Mufti memberi peringatan agar tidak terjebak dalam pemahaman keliru bahwa tawakkal berarti duduk diam di rumah sambil berharap rezeki akan datang dengan sendirinya.
Sebaliknya, Allah memerintahkan untuk bergantung kepada-Nya sambil tetap aktif bekerja. Dengan demikian, upaya keras dalam mencari rezeki dianggap sebagai ibadah fisik, sementara tawakkal kepada Allah dianggap sebagai ibadah hati, seiring dengan firman Allah.
“Maka mintalah rezeki dari Allah dan sembahlah Dia (saja).” (QS Al-Ankabut: 17)
Cara lain untuk benar-benar memahami tawakal kepada Allah adalah dengan memahami definisi iman. Iman bukan hanya sekedar percaya di dalam hati, tetapi merupakan kombinasi antara iman dan tindakan.
Demikian pula, tawakal kepada Allah tidak berarti menyerah pada usaha Anda sendiri. Melainkan berusaha dengan sikap bahwa Allah akan mengurus urusan Anda dan akan membantu Anda melewati cobaan.
Ingatlah ketika Nabi Muhammad bertanya kepada seorang Badui: “Mengapa kamu tidak mengikat untamu?”
Dia menjawab: “Saya bertawakal kepada Allah!”
Nabi kemudian berkata: “Ikatlah untamu terlebih dahulu, kemudian bertawakkallah kepada Allah.” (HR. At-Tirmidzi)
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


