Pangeran Diponegoro Dikubur dengan Keris Kiai Ageng Bondoyudo
Hal itu mungkin juga punya kaitan dengan masa kehancuran Jawa yang akan ditimbulkan oleh Diponegoro sebagaimana diramal oleh suara gaib di Parangkusumo, sama halnya dengan panah Arjuna, Pasopati, menjadi sarana penghancuran kekuatan jahat dalam kidung Arjunawiwāha (Pernikahan Arjuna; Poerbatjaraka 1926:288–90). Tentu saja, Diponegoro sangat menghargai senjata itu.
Sekembalinya ke Tegalrejo, ia mewujudkannya dalam sebentuk belati kecil atau cundrik, yang kemudian dibawa-bawa oleh istrinya yang keempat, Raden Ayu Maduretno (pasca-Agustus 1825, Ratu Kedaton), selama Perang Jawa.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

