Mengenal Perbedaan Suluk dan Tasawuf

Dengarkan Artikel Ini

Meski punya definisi beragam, tasawuf punya arti yang satu yaitu upaya untuk mendekatkan diri pada Tuhan dan menjauhi hal-hal yang bersifat duniawi. Masih dalam sumber yang sama, tasawuf dapat diartikan sebagai metode untuk mencapai kedekatan atau penyatuan antara hamba dan Tuhan dan juga untuk mencapai kebenaran atau pengetahuan hakiki (makrifat) dan atau inti rasa agama.

Suluk adalah orang yang memasuki atau menempuh jalan menuju tuhan. Sementara itu, tarekat merujuk pada aliran-aliran dalam dunia tasawuf atau sufisme Islam. Kata tarekat atau thariqah berasal dari kata thariq yang memiliki beberapa arti yaitu:

  1. Jalan atau petunjuk jalan atau cara,
  2. Metode atau sistem (uslub),
  3. Mazhab, aliran, atau haluan (mazhab),
  4. Keadaan (halah),
  5. Tiang tempat berteduh, tongkat, atau payung (‘amud al-mizalah).

Menurut Mulyadi Kartanegara, dalam konteks tradisi Arab, kata “tarekat” dimaknai sebagai: jalan kecil (jalan pintas) menuju wadi (oase) di gurun dan sulit dilalui karena terkadang sudah tertutup pasir. Dalam konteks agama, Alwi Shihab mendefinisikan tarekat merupakan suatu metode tertentu yang ditempuh seseorang secara kontinyu untuk membersihkan jiwanya dengan mengikuti jalur dan tahapan-tahapan dalam upayanya mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Dengan demikian tarekat memiliki dua pengertian, yang pertama yaitu, merupakan metode pemberian bimbingan spiritual kepada individu dalam mengarahkan kehidupannya menuju kedekatan diri dengan Tuhan. Kedua, tarekat sebagai persaudaraan kaum sufu yang ditandai dengan adannya lembaga formal seperti zawiyah, ribath, atau khanaqah.

Pemimpin sebuah tarekat biasa disebut sebagai Mursyīd (dari akat kata rasyada, yang artinya: “penuntun”). Adapun para pengikut tarekat biasa disebut sebagai Murīd (dari akar kata arāda, yang artinya: “yang menginginkan”), yang bermakna orang yang menginginkan untuk mendekat kepada Tuhan. Pengikut tarekat juga biasa disebut Sālik (dari akar kata salaka, yang artinya “yang memasuki”), yang bermakna orang yang memasuki atau menempuh jalan menuju Tuhan.

Dalam hal ini tarekat bermakna sebagai jalan yang khusus atau individual, yang merupakan fase kedua dari skema umum tahapan perjalanan keagamaan: syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat. (zab)


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca