Memaknai Arti Ihram Sebenarnya
Selanjutnya dilarang menggunakan wangi-wangian, berhias bercumbu atau kawin supaya manusia yang berhaji menyadari bahwa manusia bukan hanya materi semata dan bukan pula memenuhi birahi, tetapi manusia harus menyadari bahwa hiasan yang dinilai Allah adalah hiasan ruhani.
Hal ini sejalan dengan HR Muslim yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak melihat badanmu atau bentukmu, tetapi melihat ke dalam hatimu.”
Dilarang pula menggunting rambut, memotong kuku, supaya masing-masing menyadari jati dirinya, serta menghadap kepada Allah SWT apa adanya, tanpa dibuat-buat dan penuh kejujuran.
Pelarangan ini, sebagaimana uraian tsb tentu tidak hanya dimaknai fisik dan hanya saat ihram, tetapi memiliki makna yang dalam. Makna inilah yang harus menjadi perilaku yang telah berihram dalam kehidupan nyata dan dalam kehidupan sehari-hari. (yan)
Baca juga :
- PPDB 2027/2028 MTs dan SMP Islam Al Huda Rawasapi Resmi Dibuka, Gratis SPP Bagi Yatim Segera Daftar!
- Sejarah TNI: Dari Perjuangan Kemerdekaan 1945 hingga HUT ke-81 Tahun 2026
- Doa dan Ikhtiar Membangun Pemahaman Agama Anak Sejak Dini, Bekal Generasi Saleh
- Resmi! DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Baru Gantikan Jenderal Listyo Sigit
- 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila Menggugah Kesadaran Bangsa Akan Bahaya Laten Komunis
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


