Memaknai Arti Ihram Sebenarnya
Selanjutnya dilarang menggunakan wangi-wangian, berhias bercumbu atau kawin supaya manusia yang berhaji menyadari bahwa manusia bukan hanya materi semata dan bukan pula memenuhi birahi, tetapi manusia harus menyadari bahwa hiasan yang dinilai Allah adalah hiasan ruhani.
Hal ini sejalan dengan HR Muslim yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak melihat badanmu atau bentukmu, tetapi melihat ke dalam hatimu.”
Dilarang pula menggunting rambut, memotong kuku, supaya masing-masing menyadari jati dirinya, serta menghadap kepada Allah SWT apa adanya, tanpa dibuat-buat dan penuh kejujuran.
Pelarangan ini, sebagaimana uraian tsb tentu tidak hanya dimaknai fisik dan hanya saat ihram, tetapi memiliki makna yang dalam. Makna inilah yang harus menjadi perilaku yang telah berihram dalam kehidupan nyata dan dalam kehidupan sehari-hari. (yan)
Baca juga :
- Jumat Sehat, Bersih & Berkarya, MTs dan SMP Islam Al-Huda Peringati HUT Pramuka ke-65
- MTs dan SMP Islam Al-Huda Rawasapi Ucapkan Selamat Hari Pramuka ke-65
- Santri Rumah Tahfidz Opung dan Pramuka: Menempa Karakter, Mengabdi untuk Negeri
- Selamat Hari Pramuka Nasional 2026: Memantapkan Langkah Menuju Indonesia Emas 2045
- RTO/RTQ Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani: ‘Selamat Atas Diselenggarakannya SPU LPPTKA BKPRMI’


