Legacy vs Money
Dari ungkapan Khabib di atas, kita bisa mengambil pelajaran tentang dua jenis manusia dalam menjalani profesi dengan segala pangkat, jabatan, dan uang yang menyertainya.
Manusia pertama adalah manusia dengan mental money, di mana profesi dengan segala pangkat dan jabatannya dikejar dalam rangka untuk kemakmuran diri.
Profesi dijalani dengan penghayatan semata untuk menumpuk-numpuk uang. Manusia jenis ini jelas berbeda dengan manusia jenis kedua, yaitu manusia dengan mental legacy.
Manusia dengan mental legacy adalah mereka yang menjalani profesinya karena ingin membuat sejarah yang memiliki dampak kebaikan di masa depan.
Apakah manusia jenis ini tidak membutuhkan uang? Manusia kedua ini juga butuh uang. Mungkin Anda bertanya: Lalu apa bedanya?
Di sebuah kesempatan lain, Khabib menjelaskan pertanyaan itu sebagai berikut: “If we have money, we can help people…. If you have money in your hand, it is very good. But, if money go in your mind, this is very bad. That is why we stay focused, stay humble, help people. This is very important.” (Kalau kita memiliki uang, kita bisa menolong orang. Jika kamu memiliki uang di tangan, itu baik. Yang tidak baik adalah ketika uang itu menguasai pikiranmu. Itulah mengapa kita tetap harus fokus, rendah hati, dan menolong orang lain. Inilah yang lebih penting)
Jadi, manusia dengan mental money jelas berbeda dengan manusia bermental legacy. Perbedaannya bukan ditentukan bahwa manusia mental legacy tidak membutuhkan uang.
Perbedaannya ditentukan bagaimana dua tipe manusia ini menginsafi dan memperlakukan jabatannya. Manusia dengan mental money, mengejar pangkat dan jabatan semata-mata untuk mendapatkan keuntungan dirinya.
Sementara, manusia dengan mental legacy membatinkan dan menjalankan pangkat dan jabatannya karena untuk membuat sejarah agung di masa depan melalui tindakan kebaikan demi kebaikan.
Ada nasihat kuno yang dikira masih relevan untuk terus kita hayati. “Positions are temporary. Ranks and titles are limited. But the way you treat people will always be remembered.” (Jabatan hanyalah sementara. Pangkat dan gelar ada batasnya. Tapi caramu memperlakukan orang lain itulah yang akan selalu dikenang). (yan)
Baca juga :
- Piala Dunia FIFA 2026: Korea Selatan Imbangi Meksiko 0-0 Babak Pertama
- Thomas Tuchel: Pemain Timnas Inggris Perlihatkan Karakter Tim Sebenarnya di Babak Kedua, Inggris 4-2 Kroasia
- Tasmi Al-Qur’an Rumah Tahfidz Al-Qur’an Opung (RTO), Dalam Munaqosyah Semester Santriwan dan Santriwati
- INFO LOKER DKI Jakarta 2026: Program Padat Karya dengan Gaji Setara UMP Rp5,7 Juta per Bulan
- MTs dan SMP Islam Al Huda Rawasapi: Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


