Kisah Musailamah Mengaku Nabi
Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Suatu ketika, Musailamah al-Kazzab di hadapan baginda Nabi Muhammad SAW sudah mengaku sebagai Nabi. Setelah baginda Nabi Muhammad SAW wafat, ulah Musailamah al-Kazzab semakin menjadi-jadi. Ketika itu orang-orang Arab banyak yang murtad dari lslam, maka Musailamah al-Kazzab semakin mendapatkan kekuatan. Sehingga Sayyidina Abu Bakar As-Shidiq Radhiyallahu ‘anhu semakin memeranginya.
Allah SWT memberi kekuatan kepada lslam dan Musailamah dapat dibunuh. Akan tetapi, pada pertempuran itu, satu shahabat Nabi Muhammad SAW mati syahid, termasuk para hafizh Alquran.
Sayyidina Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu berkata kepada Amirul Mukminin Abu Bakar, “Dalam pertempuran itu banyak para hafizh Alquran yang syahid. Aku khawatir jika ada pertempuran lagi, akan semakin banyak hafizh Alquran yang mati syahid, dan dikhawatirkan akan banyak bagian Alquran yang hilang. Untuk itu, sebaiknya Alquran ditulis di satu mushaf, agar selamat dan terjaga.”
Abu Bakar berkata, “Bagaimana aku berani mengerjakan sesuatu yang tidak pernah dikerjakan oleh baginda Rasulullah SAW?” Namun Umar bin Khattab terus mendesaknya dan menyampaikan pentingnya mengumpulkan Alquran.
Akhirnya, Abu Bakar menyetujui usul Umar bin Khattab. Maka Abu Bakar memanggil Sayyidina Zaid bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu. Zaid bin Tsabit bercerita, “Aku datang kepada Abu Bakar, sedangkan Umar bin Khattab sudah berada di sana.”
Kemudian Abu Bakar menceritakan pembicaraannya dengan Umar bin Khattab mulai dari awal sampai akhir.
Setelah itu Abu Bakar berkata, “Kamu seorang pemuda yang cerdas, orang-orang sangat mempercayai kamu, dan tidak ada yang bersangka buruk terhadap kamu. Selain itu, kamu termasuk penulis wahyu pada zaman baginda Rasulullah SAW. Oleh sebab itu, kumpulkanlah Alquran yang ada pada orang-orang dan tulislah di satu mushaf.”
Zaid bin Tsabit menjawab, “Demi Allah, seandainya aku diperintahkan memindahkan sebuah gunung dari suatu tempat ke tempat lain, hal itu lebih mudah bagiku daripada harus mengumpulkan Alquran.”
Zaid bin Tsabit berkata kepada Abu Bakar dan Umar bin Khattab, “Mengapa hal itu harus dilakukan, padahal baginda Rasulullah SAW tidak pernah melakukannya?”
Abu Bakar dan Umar bin Khattab terus memberikan pemahaman kepada Zaid bin Tsabit sampai menerimanya.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


