Ketika Rasulullah SAW Pernah Menahan Ruku untuk Menunggu Ali Bin Abi Thalib
Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Islam mengajarkan kita untuk senantiasa menghormati orang yang lebih tua. Sebagaimana hal tersebut merupakan tuntunan agung Rasulullah SAW.
عن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما مرفوعاً: ليس منا من لم يَرحمْ صغيرنا، ويَعرفْ شَرَفَ كبيرنا
Dari Abdullah bin ‘Amru bin al-‘Āṣ -raḍiyallāhu ‘anhumā- secara marfū, “Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil di antara kami dan tidak mengetahui kemuliaan orang tua di antara kami.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ahmad)
Dalam sebuah riwayat disebutkan, Ali bin Abi Thalib terburu-buru pergi dari rumahnya untuk menunaikan shalat Subuh berjamaah di masjid Nabi. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang lelaki Yahudi tua, yang berjalan menuju arah yang sama.
Ali, karena kemuliaan dan keluhuran akhlaknya, berusaha memberikan hormat kepada orang yang lebih tua darinya itu, sehingga ia tidak mau mendahului Yahudi tersebut, walau jalannya sangat lamban.
Sesampainya ia masjid, sholat berjamaah sudah dimulai, bahkan Nabi SAW sudah dalam keadaan ruku bahkan hampir berdiri dari ruku nya tersebut.
Namun, dengan perintah Allah, Jibril turun, lalu meletakkan tangannya di atas bahu Nabi SAW. Jibril menyuruh beliau menahan ruku nya, agar Ali tidak sampai kehilangan rakaat pertama.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


