Ketika Imam Syafi’i Dakwahi Baghdad
Selama di Baghdad, Imam Syafi’i tidak hanya mengajarkan mazhabnya tetapi juga aktif menulis. Di antara karyanya yang terkenal adalah Kitab al-Hujjah, yang memuat pendapat fikihnya (Qaul Qadim), dan Ar-Risalah, sebuah kitab penting tentang Ushul Fiqh. Karya-karya ini menjadi rujukan utama dalam fikih Islam hingga kini.
Selain itu, Imam Syafi’i dikenal karena keberaniannya membantah pandangan yang lebih mengutamakan qiyas, istihsan, dan istishlah dibanding hadis. Upayanya mempertahankan sunah Nabi SAW membuat beliau diberi gelar Nashiru al-Sunnah (Penolong Sunah).
Keberhasilan Imam Syafi’i di Baghdad tidak hanya disebabkan oleh keilmuan yang mendalam, tetapi juga pendekatan uniknya yang menggabungkan tradisi ahli hadis dan ahli Ra’yi. Dengan karya-karya monumental dan pengaruh besar dalam waktu singkat, manhaj Syafi’i menjadi salah satu mazhab yang paling diminati di Baghdad, sekaligus meletakkan dasar bagi penyebaran luasnya di dunia Islam. (yan)
Baca juga :
- PPDB 2027/2028 MTs dan SMP Islam Al Huda Rawasapi Resmi Dibuka, Gratis SPP Bagi Yatim Segera Daftar!
- Sejarah TNI: Dari Perjuangan Kemerdekaan 1945 hingga HUT ke-81 Tahun 2026
- Doa dan Ikhtiar Membangun Pemahaman Agama Anak Sejak Dini, Bekal Generasi Saleh
- Resmi! DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Baru Gantikan Jenderal Listyo Sigit
- 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila Menggugah Kesadaran Bangsa Akan Bahaya Laten Komunis
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


