Ketika Imam Syafi’i Dakwahi Baghdad
Selama di Baghdad, Imam Syafi’i tidak hanya mengajarkan mazhabnya tetapi juga aktif menulis. Di antara karyanya yang terkenal adalah Kitab al-Hujjah, yang memuat pendapat fikihnya (Qaul Qadim), dan Ar-Risalah, sebuah kitab penting tentang Ushul Fiqh. Karya-karya ini menjadi rujukan utama dalam fikih Islam hingga kini.
Selain itu, Imam Syafi’i dikenal karena keberaniannya membantah pandangan yang lebih mengutamakan qiyas, istihsan, dan istishlah dibanding hadis. Upayanya mempertahankan sunah Nabi SAW membuat beliau diberi gelar Nashiru al-Sunnah (Penolong Sunah).
Keberhasilan Imam Syafi’i di Baghdad tidak hanya disebabkan oleh keilmuan yang mendalam, tetapi juga pendekatan uniknya yang menggabungkan tradisi ahli hadis dan ahli Ra’yi. Dengan karya-karya monumental dan pengaruh besar dalam waktu singkat, manhaj Syafi’i menjadi salah satu mazhab yang paling diminati di Baghdad, sekaligus meletakkan dasar bagi penyebaran luasnya di dunia Islam. (yan)
Baca juga :
- RTO/RTQ Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani: ‘Selamat Atas Diselenggarakannya SPU LPPTKA BKPRMI’
- LPPTKA BKPRMI Kabupaten Bekasi Gelar Silaturahmi Pembinaan Unit (SPU)
- Gaido Group dan Yayasan Masjid Pantai Nusantara Sepakati Kolaborasi Ekonomi Syariah, Dorong Lahirnya 1 Juta Pengusaha
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


