Keluhan Nabi Muhammad tentang Umat yang Meninggalkan Alquran

Dengarkan Artikel Ini

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا مِّنَ الْمُجْرِمِيْنَۗ وَكَفٰى بِرَبِّكَ هَادِيًا وَّنَصِيْرًا

Artinya: “Begitulah, bagi setiap nabi, telah Kami adakan musuh dari para pendosa. Cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong.” (QS Al-Furqan [25]:31)

Dalam ayat tersebut, menurut Gus Ghafur, Nabi Muhammad mendapatkan balasan dari Allah SWT bahwa setiap Nabi itu pasti akan mengalami situasi seperti itu dari kaumny.

“Nah berarti kalau disimpulkan, setiap generasi pasti ada yang seperti ini,” jelas doktor lulusan Universitas al-Azhar (Mesir).

Pada zaman sekarang pun, menurut Gus Ghafur, selalu ada orang-orang yang meninggalkan Alquran, baik secara fisik maupun secara maknawi.

“Secara maknawi itu misalnya ada sesuatu yang kelihatannya tidak cocok langsung dinafikan. Misalnya, ada yang mengatakan ini Alquran sudah ketinggalkan zaman, Alquran sudah tidak bisa menyikapi orang modern. Nah itu dalam hal-hal meninggalkan secara maknawi. Atau, mereka tetap membaca 30 juz setiap Ramadhan, tapi tidak mau melakukan kontemplasi lebih lanjut,” kata Gus Ghafur.

Menurut Gus Ghofur, generasi zaman sekarang sudah mulai ada indikasi untuk mengabaikan ajaran-ajaran Alquran seperti itu, seperti tidak mentadabburi Alquran dan tidak memahami maknanya.

“Jadi kalau (meninggalkan) secara maknawi misalnya, Alquran hanya untuk dibaca, tidak untuk dipahami. Pengajian-pengajian Alquram tidak mendapatkan tempat,” ujar dia.

Karena itu, menurut dia, umat Islam sekarang perlu sebuah gerakan untuk mengajak masyarakat kembali pada Alquran, baik secara fisik maupun secara maknawi.

“Ya itu harus menjadi gerakan ya. Kalau menurut ulama-ulama kita itu kan ada prioritas-prioritas,” ujar Gus Ghafur.

Ketua STAI Al-Anwar Sarang, Rembang ini memahami bahwa umat Islam memiliki banyak amalan-amalan baik yang bisa dikerjakan, seperti membaca dzikir atau sholawat sebanyak-banyaknya. Namun, menurut dia, umat Islam harus memiliki prioritas dalam mengerjakan amalan-amalan tersebut.

“Kalau ornag gak punya sekala prioritas, Alqurannya sendiri tidak pernah dibaca. Padahal kita itu kan diingatkan berkali-kali bahwa salah satu dzikir terbaik bagi umat Islam itu sebetulnya membaca Alquran, walaupun mislanya satu lembar atau setengah lembar setiap hari,” pungkas Gus Ghafur. (yat)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca