Kedahsyatan Surat Al Ikhlas

Dengarkan Artikel Ini

من ضغطة القبر أحد ولا سعد بن معاذ الذي منديل من مناديله خير من الدنيا وما فيها

Hannad bin As Sariy mengatakan: Muhammad bin Fudhail meriwayatkan kepada kami dari ayahnya dari Ibnu Abi Mukaikah, dia berkata: Tiada seorang pun yang tak akan terimpit kubur, termasuk Sa’ad bin Mu’adz yang sapu tangannya lebih baik dari dunia dan seisinya.

(Lihat Imam Qurthubi dalam kitab At Tadzkirah halaman 323 yang diterbitkan Maktabah Darul Minhaj).

إِنَّ لِلْقَبْرِ ضَغْطَةً وَلَوْ كَانَ أَحَدٌ نَاجِياً مِنْهَا نَجَا مِنْهَا سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ

“Sesungguhnya kubur mempunyai penyempitan, jika ada seorang yang selamat darinya niscaya selamat darinya adalah Sa’ad bin Mu’adz” (HR Ahmad, Syaikh Syuaib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini sahih).

‘Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

لَوْ نَجَا أَحَدٌ مِنْ ضَمَّةِ الْقَبْرِ لَنَجَا سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ و لَقَدْ ضُمَّ ضَمَّةً ثُمَّ روخي عَنْهُ

“Jikalau ada seorang yang selamat dari penyempitan kubur, niscaya Sa’ad bin Mu’adz akan selamat. Akan tetapi, sungguh kuburnya telah disempitkan dengan sangat sempit, kemudian dilapangkan (setelah itu) untuknya (HR Thabrani).

Kedua, Surat Al-Ikhlas setara dengan sepertiga Alquran adalah surat Al-Ikhlas. Hal ini diketahui dari hadits riwayat Bukhari dalam kitab Shahih-nya, dari jalur Abu Said al-Khudri di mana dia meriwayatkan sebagai berikut:

عن أبي سعيد الخدريّ -رضي الله عنه قال أنَّ رجلاً سمع رجلاً يقرأُ: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ يُردِّدُها، فلمّا أصبح جاء إلى رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ فذكر ذلك لهُ، وكأنَّ الرجلَ يتقالُّها، فقال رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ: والذي نفسي بيدِهِ، إنّها لتعدلُ ثُلثَ القرآنِ

“Di suatu malam, ada seorang sahabat yang mendengar temannya membaca surat Al-Ikhlas dan diulang-ulang. Pagi harinya, sahabat ini melaporkan kepada Rasulullah SAW dengan nada sedikit meremehkan amalnya. Kemudian Nabi SAW bersabda, ‘demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, surat Al-Ikhlas itu senilai sepertiga Alquran.” (HR Bukhari)

Dilansir dari laman Mawdoo, hadits tersebut menunjukkan betapa penting dan tingginya kedudukan Surat Al-Ikhlas meski memiliki sedikit ayat. Surat ini memiliki posisi yang besar di dalam Alquran.

Ini juga menunjukkan pentingnya membaca dan mengulanginya di mana pun dan kapan pun misalnya pagi atau sore, atau saat sakit, atau untuk meruqyah seseorang yang menderita suatu penyakit.

Selain itu juga dianjurkan membacanya surat Al-Ikhlas setelah sholat lima waktu, sebelum tidur, bangun tidur, dan sepanjang waktu siang dan malam.

Adapun nama dan makna surat Al-Ikhlas adalah surat ini berfokus pada tauhid dan sisi Ketuhanan di antaranya untuk membebaskannya dari politeisme. Surat tersebut juga menyelamatkan Muslim sehingga terbebas dari Api Neraka karena menyingkirkan berbagai hal yang sifatnya menyekutukan Allah SWT. (yan)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca