Islam Memberikan Perhatian Besar Terhadap Akal Manusia

Dengarkan Artikel Ini

“Cahayanya pun kita tidak bisa tangkap berlama-lama. Ini menunjukkan bahwa manusia angkuh,” tukas dia kemudian.

Oleh karenanya, dalam kaitan ini, Quraish sekali lagi menekankan bahwa Dzat Tuhan tidak terbatas. Di mana pun manusia berada, Tuhan ada di situ. “Dia mengetahui anda dan senantiasa mengawasi. Kalau saya berkata tidak ada Tuhan, maka saya tidak bisa menerima bagaimana sesuatu bisa ada sedang tidak ada yang mengadakannya.”

Selanjutnya dikenal pula rasional, ini merupakan yang terjangkau dan dibenarkan oleh akal. Ada juga irasional, yaitu bertentangan dengan akal dan ada yang dinamakan supra-rasional yang adalah hakikat yang benar namun tidak dapat dicerna akal.

Maka dari itu ungkapnya, akal memiliki wilayahnya, demikian juga agama. Keduanya harus saling mengakui dan tidak boleh dipertentangkan.

“Sebab begitu dipertentangkan, maka pasti salah satunya keliru,” kata mantan Dubes RI untuk Mesir, Djibouti, dan Somalia ini seraya menambahkan, bahwa ada perbedaan antara sesuatu yang bertentangan dengan akal dan sesuatu yang belum dimengerti akal.

Jadi pada intinya, akal pikiran serta logika hanya dapat menjangkau hal-hal yang bersifat lahir dan nyata bagi pandangan manusia. Sementara hal-hal yang bersifat ghaib dan bathin serta rahasia di balik kata-kata, tukasnya, itu semua jika tidak dijelaskan oleh Allah SWT atau Rasulullah SAW, maka akal manusia akan sulit dan mustahil untuk menjangkaunya. (yan)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca