Imam Ghazali sempat Alami Krisis Spiritual, Hingga Bertemu Guru Sufi nya
Ia pun beranjak ke kamarnya dan kemudian berupaya menenangkan perasaannya. Tiba-tiba, ia tersadar bahwa belakangan ini sebelum shalat dirinya sering membuka-buka kitab tentang hukum fikih. Kebetulan, sesaat sebelum berangkat ke masjid tadi dirinya sempat membuka bab tentang bersuci (thaharah). Malahan, saat sedang mengimami shalat tadi pun pikirannya terbersit pada soal hukum darah haid.
Al-Ghazali segera keluar dari kamarnya dan menjumpai adiknya itu untuk meminta maaf. “Bagaimana mungkin kamu bisa mengatahui apa yang aku pikirkan tadi saat menjadi imam shalat?” tanya dia
Ahmad menjawab, “Aku berguru kepada seorang ulama yang tidak terkenal di pinggiran kota. Namanya, Syekh al-Utaqy. Dia orang alim, tetapi sehari-hari bekerja sebagai tukang sol sepatu di toko dekat pasar.”
Karena penasaran, al-Ghazali pun pergi untu menemui orang alim tersebut. Sesampainya di bangunan pertokoan pasar yang dimaksud, ia pun berhasil menemukan Syekh al-Utaqy.
“Izinkanlah aku untuk menjadi muridmu,” pintanya.
“Aku kira, kamu tidak akan sanggup mengikuti perintahku,” jawab al-Utaqy.
“Insya Alllah aku bisa melakukannya,” kata al-Ghazali lagi.
Guru adiknya itu akhirnya menerimanya. Al-Ghazali lantas diperintahkan untuk membersihkan kotoran yang ada di lantai dengan tangannya.
Meskipun sempat merasa aneh, ia tetap mematuhi perintah sang ulama yang juga salik itu. Saat akan mengambil kotoran tersebut, Syekh al-Utaqy tiba-tiba mencegahnya, lalu menyuruh al-Ghazali agar pulang.
Setibanya di rumah, Imam al-Ghazali semakin heran terhadap pelajaran pertama yang diajarkan syekh tersebut. Akan tetapi, ia akhirnya mendapatkan ilham tentang tindakan al-Utaqy. Sang sufi hendak mengisyaratkan agar dirinya membersihkan hati terlebih dahulu sebelum mengurus apa-apa yang tampak dalam pandangan mata.
Mulai saat itu, Imam al-Ghazali terus berguru kepada Syekh al-Utaqy. Ia merasa terpanggil untuk menyelami lebih dalam ilmu tasawuf. (mif)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


