Bulan Safar dianggap memiliki waktu yang sial
Seperti bulan-bulan lainnya, bulan Safar netral dari kesialan atau ketentuan nasib buruk. Jika pun ada kejadian buruk di dalamnya, maka itu semata-mata karena faktor lain, bukan karena bulan Safar itu sendiri.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Ra bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, “Tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah, tidak ada kesialan karena burung hantu, tidak ada kesialan pada bulan Safar.” (HR Bukhari 5437, Muslim 2220, Abu Dawud 3911, Ahmad [II/327]).
Sebagai Muslim, kita dianjurkan untuk menghindari kepercayaan atau praktik-praktik yang tidak memiliki dasar dalam ajaran agama. Bulan-bulan dalam penanggalan Islam adalah ciptaan Allah dan tidak memiliki kekuatan sendiri untuk membawa sial atau kesialan.
Dalam ajaran Islam, yang penting adalah keimanan, ketakwaan, dan amal baik. Oleh karena itu, penting untuk tidak terjebak dalam pandangan yang tidak benar terkait dengan bulan-bulan tertentu, termasuk bulan Safar, dan tetap berpegang pada ajaran agama yang sahih. (yan)
Baca juga :
- Persija Sementara Unggul 1-0 Atas Persib dalam Super Big Match
- Lowongan Kerja Product Representative di DepoProyek.id untuk Penempatan Bekasi Raya dan DKI Jakarta
- SPEK Dukung Penguatan Tata Kelola YPK dan Masa Depan IKOPIN University
- Turnamen Sepak Bola U-16 ‘H Jalal Cup 2026’ Digelar di Jatimulya-Kabupaten Bekasi
- Gempa Bumi M5.2 Kembali Mengguncang Pulau Flores dan Sekitarnya
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


