Bedah Filosofi Tembang Lir ilir

Dengarkan Artikel Ini

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ilir-ilir lagu dolanan yang pernah dipopulerkan budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun), pada dekade tahun 90’an, merupakan lagu yang sangat dikenal di tengah masyarakat Jawa dan bumi Nusantara. Dalam tembang Ilir-Ilir ternyata sarat makna dan patut direnungkan bersama. Hal tersebut pernah diuraikan Gus Dur dalam tulisan berjudul “Doktrin dan Tembang”.

Berikut pandangan lengkap KH. Abdurrahman Wahid:

Dalam budaya Jawa, dikenal tembang anak-anak “Lir-ilir”. Demikian terkenalnya tembang anak-anak itu, sehingga ia sering terdengar dibawakan bocah angon di atas punggung kerbau pada sebuah sawah yang sedang kering kerontang di musim kemarau

Apa yang istimewa dari tembang tersebut, hingga perlu diketengahkan melalui beberapa kajian? Apakah kehabisan bahan untuk dibahas, hingga barang sekecil itu diketengahkan kembali dalam forum? Bukankah itu sebuah tanda, bahwa hanya mengada-ada, dan membahas sesuatu yang tidak ada artinya?

Sebenarnya, tidak demikian benar halnya. Justru dengan mengungkapkan adanya hubungan antara akidah Islam dan tembang tersebut akan terdapat sebuah pendekatan strategis yang ditempuh para pejuang muslim di kawasan budaya tersebut di masa lampau.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca