Beberapa Penyesalan Manusia Ketika Sudah di Akhirat

Dengarkan Artikel Ini

Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka. Mereka berkata, “Aduhai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.” (QS Al Ahzab: 66).

Ketiga, menyesal karena tidak mengikuti ajaran Rasulullah dan memilih ajaran temannya yang membawanya ke jalan buruk

Manusia yang memilih mengikuti ajaran temannya yang sesat daripada mengikuti ajaran Rasulullah pasti akan merasakan kepahitan penyesalan di kemudian hari. Mereka akan menyadari bahwa pilihan yang mereka ambil telah membawa mereka ke dalam kegelapan dan jauh dari cahaya petunjuk Allah SWT.

Penyesalan itu akan menyiksa jiwa mereka karena mereka menyadari bahwa mereka telah melewatkan kesempatan untuk mendapatkan petunjuk yang benar.

Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al Furqan ayat 28, yang berbunyi:

يٰوَيْلَتٰى لَيْتَنِيْ لَمْ اَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيْلًا

Oh, celaka aku! Sekiranya (dahulu) aku tidak menjadikan si fulan sebagai teman setia. (QS Al Furqan: 28).

Pada hari kiamat, orang-orang zalim akan merasa penyesalan yang mendalam karena telah melalaikan kewajiban-kewajiban agama mereka selama hidup di dunia. Mereka menyesal karena dengan sombong mereka telah berpaling dari kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Mereka meratap dan menangis tersedu-sedu, menginginkan bahwa mereka telah mengikuti ajaran Rasulullah dengan tulus dan ikhlas di dunia. Namun, pada saat itu, penyesalan mereka tidak akan berguna lagi.

Mereka juga menyesal karena telah salah memilih teman dan pengaruh dalam hidup mereka. Mereka menyadari bahwa kesalahan dalam memilih teman telah membawa mereka ke dalam kesesatan dan kebinasaan. Sehingga, mereka merasa bersalah karena telah membiarkan diri mereka dipengaruhi oleh orang-orang yang tidak membawa mereka ke jalan yang benar.

Keempat, menyesal karena telah menyekutukan Allah dengan yang lain
Dalam surat Al Kahfi ayat 42 terdapat kisah seorang pekebun yang memiliki dua kebun subur. Namun, lama kelamaan ia menyombongkan apa yang ia miliki, sehingga Allah mengambil semua nikmatnya dengan merusak semua kebun-kebunnya.

وَأُحِيطَ بِثَمَرِهِۦ فَأَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ عَلَىٰ مَآ أَنفَقَ فِيهَا وَهِىَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَيَقُولُ يَٰلَيْتَنِى لَمْ أُشْرِكْ بِرَبِّىٓ أَحَدًا

Harta kekayaannya dibinasakan; lalu ia membolak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur itu roboh bersama para-paranya dan dia berkata: “Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku”. (QS Al Kahfi: 42).

Melalui ayat ini, Allah menegaskan bahwa setiap orang yang menyekutukan Allah dengan apa pun, akan mendapatkan balasannya di akhirat. (yat)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca