Beberapa Kisah Perjuangan Empat Ibu Mulia Yang Termaktub Dalam Al Qur’an
Maryam bin Imran mengukir kisah yang mempesona dalam lembaran Al-Qur’an. Ia bukan hanya seorang perempuan biasa, tetapi teladan bagi setiap muslimah di berbagai pelosok dunia. Keimanan dan ketakwaannya kepada Allah membawa berkah luar biasa, menciptakan keajaiban yang mengejutkan orang-orang di sekitarnya.
Al-Qur’an mencitrakan Maryam sebagai figur perempuan yang mulia, suci, dan penuh kesabaran. “Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: ‘Hai Maryam, Sesungguhnya Alloh telah memilih kamu, mensucikan kamu, dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu). Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk”. (QS. Ali Imran ayat 42-43).
Dengan kasih sayang Ilahi yang melimpah, Maryam membuktikan bahwa seorang perempuan dapat menjadi teladan yang memancarkan cahaya keimanan dan ketakwaan, menginspirasi generasi setelahnya. Melalui kisahnya, Al-Qur’an mengajarkan bahwa kepatuhan kepada Alloh dan kesucian hati adalah pondasi yang kokoh untuk memperoleh keberkahan-Nya.
Epilog
Empat Kisah tentang Ibu di dalam Al Qur’an di atas memberikan nilai-nilai keteguhan, kesabaran, keikhlasan, dan ketakwaan yang melekat dalam peran seorang ibu. Kisah Hajar, Milyanah, Hanah, dan Maryam merupakan panduan hidup bagi setiap ibu dan perempuan muslimah. Keberanian, kepasrahan, dan keikhlasan mereka di hadapan ujian hidup menggambarkan kebesaran peran seorang ibu dalam membentuk karakter, menghadapi cobaan, dan mendidik generasi penerus.
Rasululloh SAW Bersabda:
عن بهز بن حكيم، عن أبيه، عن جده، قال: قلتُ يا رسول الله: مَن أَبَرّ؟ قال: “أُمَّك، ثم أُمَّك، ثم أُمَّك، ثم أَباك، ثم الأقربَ، فالأقربَ”.
[حسن] – [رواه أبو داود والترمذي وأحمد]
Dari Ibu, 5 Air Yang Tak Bisa Di Ganti Oleh Sang Anak :
Dari Bahz bin Hakīm, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata, “Aku pernah bertanya, ‘Wahai Rasululloh, siapakah yang harus saya perlakukan dengan baik?’ Beliau Rasululloh SAW bersabda, ‘Ibumu, kemudian ibumu, kemudian ibumu, kemudian ayahmu, kemudian (kerabat) yang terdekat lalu yang terdekat’ “.(Hadist Hasan Riwayat Turmudzi).
•Air Ketuban Saat Mengandung Kita
•Air Darah Saat Melahirkan Kita
•Air Susu Saat Menyusui Kita
•Air Keringat Saat Mengurusi Kita
•Air Mata Saat Mendoakan Kita.
Terkait dengan hari Ibu, Al Allamah Syaikhuna Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin Rahimahulloh Ta’ala mengatakan,
“Ibu berhak dihormati sepanjang tahun, bukan hanya satu hari saja”. (yat)
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


