Bahaya Menumpuk Harta Secara Berlebihan

Dengarkan Artikel Ini

Hal itu, karena proses materialisasi membuat angan-angan menjadi panjang. Setiap hari sibuk menumpuk harta. Tidak sebatas untuk diri sendiri. Bahkan dipikirkan pula agar bisa mewariskannya dalam jumlah besar, khawatir kalau anak kelak melarat.

Karena itu, segala sesuatunya disiapkan sekarang. Harta yang menumpuk lalu terasa belum memenuhi seluruh keinginan. Sehingga semakin kaya semakin kikir. Yang dipikirkan, bagaimana harta bertambah, bukan bagaimana memanfaatkannya untuk bekal menuju akhirat yang sulit itu.

Rasulullah SAW sendiri tak meninggalkan harta. Seluruh tanah dan hartanya telah diwakafkan. Kata Beliau, “Kami para nabi tidak mewariskan warisan harta kecuali semuanya telah menjadi sedekah” (HR Bukhari).

Dalam hidup ini, kadang-kadang kita ini bertindak sebagai Tuhan. Ingin menetapkan pembagian rezeki kalau perlu sampai tujuh keturunan. Sebab, rasa waswas yang berlebihan tentang masa depan keturunan. Padahal, yang berhak menetapkan pembagian rezeki itu adalah Allah.

Kita lupa bahwa tugas terhadap anak bukan semata mewariskan harta yang memang diperlukan. Lebih penting lagi, mewariskan pendidikan yang baik.

Ali bin Abi Thalib berkata, “Kebaikan itu bukan ada pada banyaknya harta dan anak, tetapi pada banyaknya pendidikan, besarnya kepekaan sosial, dan perasaan terhormat dengan ibadah.” Karena itu, menurut sahabat Nabi itu, harta hanya baik buat pendosa yang bertobat dan orang yang senang bergegas dalam kebaikan.

Pengalaman mengajarkan, betapa banyak anak seorang miskin lalu menjadi kaya dan baik hanya lantaran orang tua tadi mewariskan pendidikan yang baik kepada anaknya. Namun sebaliknya, betapa banyak anak yang menerima harta warisan banyak tetapi tak berbekal pendidikan yang baik, atau berbekal tetapi pendidikan yang melulu berurusan dengan keduniaan, lalu menjadi bangkrut, miskin, dan sesat jalan. (yan)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca