Alquran Menjelaskan Tentang Perilaku Orang-orang Munafik yang Menipu Allah SWT

Dengarkan Artikel Ini

Allah Mahatahu kebohongan mereka, kemudian Allah menyampaikan hal itu kepada Nabi Muhammad SAW, dan Nabi Muhammad SAW menyampaikannya kepada para sahabat

Orang munafik mengira Allah SWT tidak tahu kebohongan mereka. Begitu juga dengan Nabi Muhammad dan para sahabatnya, sehingga orang-orang munafik itu tetap berpendirian pada perkiraan palsu mereka.

Terbongkarnya tipu daya mereka merupakan bagian dari cara Allah SWT membalas tipuan mereka, di samping siksa yang Allah SWT janjikan untuk mereka di akhirat kelak.

Sebagai bukti atas keimanan palsu mereka, orang-orang munafik melaksanakan shalat sebagaimana orang-orang beriman shalat. Tetapi bedanya, shalat orang-orang beriman dilaksanakan dengan penuh kekhusyuan dan penghayatan, sementara orang-orang munafik melaksanakan dengan rasa malas.

Begitu pun dengan ibadah-ibadah yang lain. Mereka melaksanakannya dengan penuh kemalasan, hanya saja karena mereka sudah terlanjur menyatakan keimanan, mau tidak mau mereka terpaksa melaksanakan ibadah-ibadah itu.

Oleh karenanya, “Orang-orang munafik itu dalam keadaan ragu-ragu antara iman dan kafir, tidak masuk ke dalam golongan orang-orang beriman, dan tidak pula masuk pada golongan orang-orang kafir. Barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka sekali-kali tidak akan mendapat jalan petunjuk baginya.” (QS an Nisa’ [4]: 143).

Pengujung ayat ini juga merupakan cara Allah SWT membalas tipuan orang-orang munafik. (yat)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca