Aktivis Perempuan NU Beberkan 8 Tips Mencegah Anak Jadi Pelaku Perundungan
Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Maraknya perundungan yang terhadap anak-anak, terutama di lingkungan Pesantren, membuat Aktivis Perempuan Nahdlatul Ulama (NU) Iim Fahima Jachja angkat bicara dan memberikan 8 tips parenting atau pola asuh untuk mencegah anak agar tidak menjadi pelaku bullying (perundungan).
Delapan tips tersebut dapat diterapkan orang tua di rumah, yaitu:
- Pererat hubungan dengan anak
Iim mengajak orang tua untuk mempererat hubungan dengan anaknya. Caranya, dengan membangun komunikasi intens, dan menciptakan waktu bersama anak menjadi berkualitas.
“Pastikan orang tua jangan kalah dekat dibanding teman-teman dan sosial media (sosmed). Banyakin ngobrol, bangun situasi di mana si remaja mau berbagi cerita dari hal kecil hingga besar,” terangnya, Senin (26/2/2024).
- Menjadikan diri sebagai role model bagi anak-anak
Iim mengatakan orang tua mesti memiliki karakter yang bisa menjadikan anak menghormatinya.
“Pastikan orang tua memiliki karakter yang dihormati oleh anak sehingga mereka mau mendengar apa kata orang tua. Jangan cuman bisa nasehatin tapi kelakuan bertentangan,” jelasnya.
- Perbanyak evaluasi
Iim mengatakan, semakin banyak evaluasi dalam keluarga semakin kecil peluang masalah yang akan timbul. Evaluasi yang dimaksud adalah jika ada sikap/pandangan anak-anak yang tidak sesuai value (nilai) keluarga, maka segera dicari akarnya, lalu mengoreksi.
“Jangan nanti-nanti, nanti keburu basi dan ketumpuk isu lain,” ucap dia.
4.Rajin upgrade diri
Ia menjelaskan bahwa orang tua harus rajin mengupgrade diri dengan memperbanyak ilmu dan pengetahuan terkini, supaya bisa mengimbangi obrolan anak.
“Jika ilmunya kurang, bantu si anak ketemu ahlinya yang kita percaya. Misal: anak mau diet ketat, dikasih tahu orang tua tentang gizi kok ndak nurut. Ketemukan dia dengan ahli nutrisi untuk memberi tahu yang benar,” jelas Iim.
- Bangun dialog
Iim mengungkapkan bahwa tanggung jawab mengajarkan suri tauladan yang baik kepada anak, dalam teori children see children do (anak-anak melihat anak-anak akan melakukan/meniru), tidak berlaku bila tidak dibarengi dengan dialog aktif dengan anak.
“Sayangnya, di era somed ini, jadi contoh saja tidak cukup, orang tua harus aktif membangun dialog,” ungkapnya.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


