Selat Malaka Urutan Pertama Cokepoints Global Jalur Strategis Minyak Dunia

Jakarta – 1miliarsantri.net | Distribusi minyak dunia ke berbagai negara dan kawasan sangat bergantung pada beberapa jalur laut yang cukup padat. Jalur distribusi melalui beberapa selat dan terusan yang sempit dan padat, merupakan titik rawan (chokepoints), seperti Selat Malaka. Titik-titik rawan (chokepoints) adalah saluran sempit di sepanjang jalur laut global yang banyak digunakan dan sangat penting bagi perdagangan dan keamanan energi global karena volume besar minyak bumi dan cairan lainnya serta gas alam cair yang melewatinya, diantaranya Selat Malak, Selat Hormuz dan lainnya. Berdasarkan data yang dilansir dari EIA (Administrasi Informasi Energi AS) Selat Malaka, salah satu chokepoints yang melintasi tiga negara, Indonesia, Malaysia dan Singapura merupakan titik terpadat dengan volume 23.2 juta barel.

Read More

Selat Malaka Jalur Minyak Dunia Terpadat: Fakta Cekpoint Global Terungkap, AS Lirik Sumatra?

Selat Malaka jalur minyak dunia terpadat dengan 23 juta barel per hari. Simak daftar chokepoint global dan isu AS lirik Sumatra. Jakarta – 1miliarsantri.net | Perdagangan minyak global ternyata sangat bergantung pada sejumlah jalur minyak dunia sempit yang dikenal sebagai chokepoint. Dari data berbagai lembaga energi internasional seperti International Energy Agency (IEA) dan U.S. Energy Information Administration (EIA), ada delapan titik paling sibuk yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia. Yang paling mengejutkan, posisi teratas ditempati oleh Selat Malaka dengan aliran mencapai sekitar 23 juta barel per hari, mengungguli Selat Hormuz yang mencatat 21 juta barel per hari. Selain itu, jalur penting lainnya mencakup Tanjung Harapan (9,1 juta barel), Selat Denmark (4,9 juta barel), serta Terusan Suez dan Selat Bab el-Mandeb yang masing-masing menyumbang sekitar 4–5 juta barel per hari. Kedua jalur terakhir ini saling berkaitan erat karena menjadi penghubung antara Laut Merah dan Laut Mediterania.

Read More