SMA Al Hikmah Boarding School Batu ‘Mempersiapkan Anak Didik Hidup Beragama, Berbudi Sekaligus Berprestasi’
Batu, Malang – 1miliarsantri.net: Di tengah dinamika zaman yang terus berubah, IIBS Al Hikmah Batu hadir sebagai mercusuar pendidikan yang mempersiapkan generasi muda tak hanya untuk menjadi pembelajar hari ini, tetapi juga pemimpin masa depan. Dengan semangat “Today’s Learners, Tomorrow’s Leaders”, sekolah ini menanamkan nilai-nilai keilmuan, kepemimpinan, dan akhlak mulia dalam setiap langkah pembelajaran. Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Al Hikmah berdiri sejak tahun 1989 dan menginisiasi sistem fullday school yang pada saat itu adalah sebuah system baru dalam persekolahan di Surabaya, Jawa Timur. Setelah seperempat abad YLPI Al Hikmah mempersembahkan sebuah sistem sekolah fullday school kepada NKRI. Sekolah-sekolah di lingkungan YLPI Al Hikmah mulai tingkat KB, TK, SD, SMP, SMA, dan STKIP kini telah menjadi pilihan masyarakat dalam menyekolahkan anak dan menjadi rujukan sekolah lainnya, baik sekolah swasta maupun negeri. Pada tahun 2014, sejak melewati masa 25 tahun, pengurus yayasan gencar menghembuskan ide tentang konsep pendidikan baru yang akan menjadi perhatian Al Hikmah berikutnya. Dengan pertimbangan yang panjang sebagaimana sudah dipaparkan sebelumnya, Yayasan LPI Al Hikmah memilih untuk mengembangkan jenis sekolah berasrama yang memungkinkan peserta didik belajar lebih banyak dan lebih dalam berbagai macam soft skill yang dibutuhkan di masa depan. Metode self directed learning SMA Al Hikmah Boarding School Batu secara khusus ditetapkan untuk menerapkan self directed learning sebagai pendekatan belajar yang digunakan. Pendidikan di SMA Al Hikmah Boarding School Batu bertujuan “mempersiapkan anak hidup beragama” bukan menjadi ahli agama. SMA Al Hikmah Boarding School Batu memberikan pendidikan agama sebanyak waktu yang ada dalam setiap harinya, artinya sehari 24 jam. Penerapan pendidikan agama dilakukan dalam setiap aktivitasnya. Pendidikan agama diberikan di asrama maupun di sekolah. Beberapa konsep dasar hidup beragama ditanamkan di asrama, kemudian dikuatkan dan dibiasakan dalam konteks pembelajaran di sekolah. Setelah menjadi pelopor dalam menerapkan program sekolah sehari penuh di Indonesia, YLPI Al Hikmah terus mengembangkan diri untuk memberikan kontribusi terbaik bagi Republik Indonesia dengan membuka program pendidikan berbasis asrama. Selama sekitar 4 tahun, program pendidikan berbasis asrama telah dibuka untuk tingkat sekolah menengah atas (SMA Al Hikmah IIBS Batu) di desa Giripurno, Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Untuk melengkapi program pendidikan asrama selama 6 tahun, pada tahun ajaran 2020/2021, tingkat junior dibuka dengan nama SMP Al Hikmah IIBS Batu, yang berlokasi di tempat yang sama, di lereng Gunung Arjuno, Kota Batu, Jawa Timur. Sebagai bagian integral dari program pendidikan berbasis asrama selama 6 tahun, SMP Al Hikmah IIBS Batu akan membantu mempersiapkan generasi aqil baligh (dewasa secara fisik dan mental) yang mampu mempelajari nilai-nilai kehidupan dan siap mengemban tanggung jawab kehidupan sesuai dengan usia perkembangan mereka. Seiring dengan rencana tersebut, pihak Al Hikmah IIBS Batu terus bertransformasi melampaui definisi sekolah konvensional, “kami percaya bahwa penerapan kurikulum yang lebih dipersonalisasi untuk setiap siswa, serta kurikulum berbasis kompetensi yang terintegrasi secara digital untuk semua tingkatan, akan menjadi lebih menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak.” Visi dan Misi Besar Sekolah Meluluskan peserta didik yang sholih, siap mengemban tanggung jawab kehidupan, muslih dan berprestasi optimal. Visi ini mencerminkan tekad IIBS Al Hikmah Batu untuk mencetak generasi yang utuh—baik dari sisi spiritual, sosial, maupun intelektual. Sholih berarti sekolah menanamkan nilai-nilai keislaman secara menyeluruh agar peserta didik menjadi pribadi yang taat kepada Allah SWT, berakhlak mulia, dan menjadikan agama sebagai landasan hidup dalam setiap aspek. Peserta didik dipersiapkan mengemban tanggung jawab kehidupan. Pendidikan tidak hanya menyiapkan siswa secara akademis, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan hidup, ketangguhan mental, dan kedewasaan berpikir agar mampu menjalani peran sebagai individu, anggota masyarakat, dan pemimpin yang bertanggung jawab.


