Jamaah Haji Lansia Asal Jakarta Hilang di Makkah, Tanpa Identitas dan Alat Komunikasi

Jamaah haji lansia asal Jakarta, Muhammad Firdaus Akhlan (72) dilaporkan hilang di Makkah sejak 15 Mei 2026. Keluarga memohon doa dan bantuan semua pihak untuk membantu pencarian. Makkah – 1miliarsantri.net | Saat jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia yang tengah menunaikan ibadah suci di Tanah Haram, sebuah kabar pilu datang dari rombongan jamaah haji Indonesia. Seorang jamaah lanjut usia asal Jakarta, Muhammad Firdaus Akhlan (72), dilaporkan hilang di Kota Makkah setelah meninggalkan hotel tempatnya menginap sejak beberapa hari lalu. Muhammad Firdaus merupakan anggota Kloter 27 JKG asal Pondok Gede, Jakarta. Ia diketahui meninggalkan penginapan di kawasan Sektor 9 Makkah, Arab Saudi, pada 15 Mei 2026, dan hingga kini belum kembali. Keluarga serta petugas haji masih terus melakukan pencarian dan berharap ada kabar baik dari Tanah Suci. Di usia senjanya, Firdaus berangkat menunaikan ibadah haji bersama sang istri melalui KBIH Imam Bonjol, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Perjalanan spiritual yang seharusnya menjadi momen penuh kekhusyukan itu kini berubah menjadi kecemasan mendalam bagi keluarga yang menanti kepulangannya dengan selamat. Meninggalkan Hotel Sejak 15 Mei 2026 Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan keluarga dan pemberitaan media, Firdaus terakhir terlihat meninggalkan Future Light Hotel kamar 916 pada pagi hari. Rekaman CCTV menunjukkan ia keluar sekitar pukul 09.04 waktu Arab Saudi, mengenakan baju koko putih dan sarung, tanpa didampingi siapa pun. Yang membuat kondisi ini semakin memprihatinkan, Firdaus diketahui pergi tanpa membawa identitas diri, kartu Nusuk (kartu pintar haji), telepon seluler, maupun dokumen penting lainnya. Keponakan Firdaus, Alwihaz Zerra, mengungkapkan bahwa sang paman meninggalkan seluruh barang penting di hotel. “Abah pergi tidak membawa kartu identitas, Nusuk (kartu pintar haji), HP semua ditinggal di hotel,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari pemberitaan media detik.com. Pihak keluarga menegaskan bahwa Firdaus tidak memiliki riwayat amnesia maupun demensia. Namun, mereka menduga kondisi psikologisnya saat itu sedang linglung, sehingga dikhawatirkan tersesat di tengah padatnya aktivitas jamaah haji di Kota Makkah. Respon Konjen RI di Jeddah

Read More

Layanan Konsumsi Jamaah Haji Terlambat Pasca Armuzna, BPKH Limited Minta Maaf Dan Beri Kompensasi

Makkah – 1miliarsantri.net: Dibalik klaim keberhasilan penyelenggaraan haji 1446H/2025M dari Arab Saudi, ada ketidaksempurnaan dalam pelayanan konsumsi untuk jamaah haji Indonesia pasca fase Armuzna. Untuk diketahui, jamaah haji mendapat layanan katering, mereka mendapatkan 84 kali makan selama berada di Makkah Al-Mukarramah, yang disediakan oleh BPKH Limited yang bekerja sama dengan 15 mitra dapur lokal. Jamaah Haji Protes Layanan Konsumsi Di Medsos Terlambatnya distribusi makanan untuk jamaah haji paska fase Armuzna pada 14-15 Zulhijjah oleh BPKH Limited, mendapatkan protes dari sejumlah jamaah haji melalui medi sosial (medsos), hal ini menjadi perhatian Menteri Agama Republik Indonesia. Menteri Agama, Nazaruddin Umar langsung melakukan pengecekan lapangan, dan Menag menegaskan, meminta BPKH untuk memberikan kompensasi kepada para jamaah. “Kemarin ada keterlambatan distribusi makanan. Kita sudah antisipasi dengan cara jamaah yang tidak dapat makanan dikasih kompensasi uang,” tegas Menag Nasaruddin Umar di Makkah, Rabu (11/6/2025). BPKH Limited menyampaikan permohonan maaf kepada jemaah haji Indonesia atas ketidaksempurnaan dalam memberikan layanan konsumsi pada 14 Zulhijah 1446 H, khususnya di sejumlah hotel jamaah di Kota Makkah. BPKH Limited Minta Maaf Dan Berikan Kompensasi Kepada Jamaah Haji Melalui siaran pers, BPKH Limited mengatakan bahwa pihkanya memahami pentingnya layanan konsumsi sebagai bagian dari kenyamanan ibadah jemaah, terlebih setelah menjalani puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Read More