Fatwa MUI Tentang Pajak Berkeadilan, Ini Redaksi Lengkapnya

Fatwa MUI tentang konsep pajak berkeadilan di Indonesia, memuat poin inti, prinsip syariah, dan implikasi bagi pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat. Jakarta 1miliarsantri.net: Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menegaskan pentingnya sistem perpajakan yang tidak hanya kuat secara regulasi, tetapi juga sejalan dengan prinsip keadilan sosial dan syariah. Fatwa terbaru yang dirilis MUI menekankan bahwa pemungutan pajak diperbolehkan selama memenuhi unsur keadilan, transparansi, dan kemaslahatan publik. Dalam fatwa tersebut, MUI menjelaskan bahwa pajak dapat menjadi instrumen negara untuk menjaga keberlangsungan layanan publik, mengurangi kesenjangan, dan mendukung pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan umum. Namun, MUI mengingatkan bahwa pajak harus diberlakukan secara proporsional—baik dari sisi tarif, objek, maupun mekanisme penagihan—agar tidak menimbulkan beban berlebih bagi masyarakat dan pelaku usaha. Redaksi lengkap Fatwa MUI tentang Pajak Berkeadilan yang dikutip dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia: Ketentuan Hukum 1. Negara wajib dan bertanggung jawab mengelola dan memanfaatkan seluruh kekayaan negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 2. Dalam hal kekayaan negara tidak cukup untuk membiayai kebutuhan negara untuk  mewujudkan kesejahteraan rakyat maka negara boleh memungut pajak dari rakyat dengan ketentuan sebagai berikut: a. Pajak penghasilan hanya dikenakan kepadawarga negara yang memiliki kemampuan secara finansial yang secara syariat minimal setara dengan nishab zakat mal yaitu 85 gram emas.

Read More
Etika penggunaaan AI

Apakah AI itu Haram? Pahami 5 Etika Penggunaan AI dalam Islam

Bekasi – 1miliarsantri.net : Perkembangan teknologi AI yang meningkat pesat secara tidak langsung memberikan efek pada berbagai lini kehidupan. Sebelum masuk lebih jauh tentang Etika Penggunaan AI dalam Islam, yuk kita bahas dulu apa itu AI? AI atau kecerdasan buatan, menggunakan metode-metode yang mengadopsi karakteristik manusia dalam pemrosesan informasi. Tidak hanya itu, AI juga menyuguhkan berbagai informasi yang dapat menyentuh penalaran logis, perhitungan matematis dan berbagai keunggulan yang hampir mendekati logika manusia. Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) merupakan kemajuan teknologi yang membuat komputer dapat melakukan tugas yang biasanya dilakukan oleh manusia. AI dirancang sebagai bentuk replikasi aspek-aspek yang dikuasai oleh manusia serta merambah pada berbagai disiplin ilmu seperti filsafat, psikologi, linguistic, sains syaraf serta berbagai bidang lain nya termasuk agama. Namun, jika ditinjau dari aspek agama, tentu saja AI tetap tidak dapat mengganti peran dan menyamai kecanggihan otak manusia. Meskipun, teknologi komputer memiliki kemampuan seperti berhitung, membuat teks dan lain sebagainya, namun kemampuan tersebut hanya bergantung pada kecerdasan pembuatnya (brainware) serta program-program cerdas yang ada di dalamnya. Berbeda dengan otak manusia, kinerja otak manusia akan selalu bertambah seiring dengan pengalaman hidup yang didapatkan. Bahkan, Al Quran memiliki pandangan filosofis mengenai proses belajar pada otak manusia, yang mana disebutkan dalam surat al-‘Alaq: 1-5 bahwa perintah pertama Allah adalah untuk belajar, sehingga proses belajar tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan derajat manusia. Lalu, Bagaimana Pandangan Islam terhadap Perkembangan AI? Perkembangan AI tentu menjadi salah satu kemajuan teknologi yang didasari oleh keterbukaan informasi dan ilmu pengetahuan dalam menyesuaikan diri terhadap perkembangan zaman. Pada hal ini, Islam mendukung penuh keaktifan dalam kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) karena secara tidak langsung perkembangan ilmu pengetahun tentu melingkupi berbagai aspek kemajuan dalam hal berpikir kritis dan terbuka terhadap berbagai kebenaran. Namun, perlu diingat  bahwa AI tidak memiliki kemampuan dalam pertimbangan moral seperti halnya kemampuan manusia. Penggunaan AI tentu memiliki batasan yang harus diperhatikan guna menjaga nilai-nilai yang sudah tertanam sebelumnya, seperti nilai agama Islam.

Read More