Malam Lailatul Qadar: Malam Penuh Kemuliaan yang Dinantikan Umat Islam

Jakarta — 1miliarsantri.net: Bulan Ramadhan selalu membawa suasana spiritual yang mendalam bagi umat Islam. Di antara malam-malam yang penuh keberkahan itu, terdapat satu malam yang sangat istimewa dan dinantikan oleh kaum muslimin, yaitu Malam Lailatul Qadar. Malam ini disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, sehingga setiap muslim berharap dapat meraihnya dengan memperbanyak ibadah. Hal ini tidak terlepas dari keutamaan besar yang dijanjikan Allah SWT bagi siapa saja yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan ibadah. Malam Lailatul Qadar adalah malam penuh kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan. Simak pengertian, waktu terjadinya, keutamaan, dalil Al-Qur’an dan hadits sahih, serta suasana ibadah umat Islam di berbagai belahan dunia. Pengertian Malam Lailatul Qadar Secara bahasa, kata “Lailatul Qadar” berasal dari bahasa Arab. Dengan demikian, Lailatul Qadar dapat diartikan sebagai malam kemuliaan atau malam penetapan takdir oleh Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”(QS. Al-Qadr: 1-3) Ayat ini menunjukkan betapa agungnya malam tersebut. Nilai ibadah pada malam Lailatul Qadar bahkan melebihi ibadah selama seribu bulan (sekitar 83 tahun). Makna Spiritual Lailatul Qadar Bagi umat Islam, Lailatul Qadar memiliki beberapa makna yang sangat penting untuk diketahui: 1. Malam Turunnya Al-Qur’an Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup manusia mulai diturunkan pada malam yang penuh berkah ini. 2. Malam Penuh Rahmat dan Ampunan Pada malam ini Allah membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh beribadah. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang melaksanakan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”(HR. Bukhari dan Muslim) Malam Turunnya Malaikat Dalam Surah Al-Qadr dijelaskan bahwa malaikat, termasuk Malaikat Jibril, turun ke bumi membawa keberkahan hingga terbit fajar. “Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”(QS. Al-Qadr: 4) Malam Penuh Kedamaian Allah juga menyebut malam ini sebagai malam yang penuh keselamatan hingga terbit fajar. “Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.”(QS. Al-Qadr: 5) Kapan Terjadinya Malam Lailatul Qadar? Waktu pasti Lailatul Qadar tidak diketahui secara pasti. Namun, Nabi Muhammad SAW memberikan petunjuk untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.”(HR. Bukhari dan Muslim) Hadits lain juga menyebutkan: “Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadhan.”(HR. Bukhari) Sebagian ulama memiliki pendapat berbeda tentang tanggalnya.

Read More

Keutamaan Makkah: Mengapa Kota Suci Ini Menjadi Tempat Paling Mulia di Bumi Menurut Al-Qur’an dan Hadits

Makkah — 1miliarsantri.net:  Keutamaan Makkah (Mecca, Mekah) dalam Islam menjadikannya kota paling suci di bumi. Simak penjelasan Al-Qur’an dan hadits tentang kemuliaan Mekah sebagai pusat ibadah haji, umrah, dan tempat kelahiran Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam. Dalam ajaran Islam, terdapat tempat-tempat yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Di antara semua tempat di muka bumi, Makkah memiliki kedudukan paling istimewa. Kota ini bukan hanya menjadi arah kiblat umat Islam, tetapi juga menjadi pusat ibadah terbesar seperti haji dan umrah. Keutamaan Mekah disebutkan dalam banyak ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW, yang menegaskan kemuliaannya sebagai kota suci yang dipilih langsung oleh Allah. Allah SWT berhak memberikan kemuliaan kepada siapa pun dan apa pun yang Dia kehendaki. Sebagaimana Allah memuliakan Nabi Muhammad SAW sebagai manusia terbaik, Ramadan sebagai bulan paling mulia, hari Jumat sebagai hari paling utama, serta Al-Qur’an sebagai kitab paling agung, demikian pula Allah memilih Mekah sebagai tempat paling mulia di bumi. Kota suci ini juga menjadi tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW, sekaligus lokasi berdirinya Ka’bah, rumah ibadah pertama yang dibangun untuk manusia. Karena itulah, jutaan umat Islam dari seluruh dunia datang setiap tahun ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji dan umrah dengan harapan meraih keberkahan serta ampunan dari Allah SWT. Makkah Dipilih Allah sebagai Tanah Haram Salah satu keutamaan Mekah adalah statusnya sebagai tanah haram yang dimuliakan Allah sejak dahulu kala. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT: “Sesungguhnya rumah yang pertama kali dibangun untuk (tempat beribadah) manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah), yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.”(QS. Ali Imran: 96) Ayat ini menunjukkan bahwa Mekah merupakan tempat ibadah pertama yang diberkahi Allah dan menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia. Kota yang Dicintai Nabi Muhammad SAW Keutamaan Mekah juga ditegaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW yang menunjukkan betapa besar kecintaan beliau terhadap kota ini. Rasulullah SAW bersabda: “Demi Allah, sesungguhnya engkau (Mekah) adalah bumi Allah yang paling baik dan paling dicintai oleh Allah. Seandainya aku tidak diusir darimu, aku tidak akan keluar darimu.”(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah) Hadits ini menegaskan bahwa Mekah adalah tempat yang paling dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.

Read More

Pesantren Ramadhan RTO/RTQ Opung Pererat Silaturahmi Lewat Buka Puasa Bersama

Bekasi — 1miliarsantri.net: Pesantren Ramadhan yang diselenggarakan oleh Rumah Tahfidz Opung dengan tema “Full Charge: Beriman kepada Allah SWT” dengan kegiatan dengan : Berlangsung sejak tanggal 23 Februari 2026 / 5 Ramadhan 1447H hingga 10 Maret 2026 / 20 Ramadhan 1447H. Jum’at 27 Februari Pengurus Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani dan Para Ustadz/Ustadzah Rumah Tahfidz Opung beserta relawan RTO/RTQ Opung yang dimotori oleh Ustadz Fauzi Rahman Harun terus menyelenggarakan kegiatan yang sudah terjadwal didukung oleh Pendiri dan Pembina RTO/RTQ: Hajah Ida Zuraedah, Hajah Zuraeni dan Zurdin Gani serta para donatur. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dan dukungan dari Wali Santri yang secara sukarela dan berkelompok menyediakan takjil untuk berbuka puasa sesuai dengan rombongan belajarnya masing-masing.

Read More

Pesantren Ramadhan Rumah Tahfidz Opung, Full Charge: Beriman Kepada Allah Subhanahu Wata’ala

Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum mengisi ulang iman — full charge menuju ridha Allah Subhanahu Wata’ala. Bekasi — 1miliarsantri.net: Ramadhan selalu menjadi momentum istimewa untuk memperkuat iman, memperbanyak ibadah, dan memperdalam interaksi dengan Al-Qur’an. Semangat itulah yang kini terasa kuat di lingkungan Rumah Tahfidz Opung (RTO), sebuah lembaga pendidikan non-formal yang fokus pada pembinaan hafiz dan hafizah Al-Qur’an di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Memasuki Ramadhan 1447 Hijriyah, Rumah Tahfidz Opung menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Pesantren Ramadhan Santriwan-Santriwati RTO”, yang berlangsung setiap hari Senin hingga Jumat, mulai 23 Februari hingga 10 Maret 2026, pukul 16.00 WIB. Program ini dirancang sebagai upaya “full charge” spiritual, yaitu mengisi kembali energi keimanan para santri agar semakin kokoh dalam beriman kepada Allah Subhanahu Wata’ala. “Full Charge: Beriman kepada Allah SWT” dengan : Full Charge Iman: Mengisi Ulang Energi Ruhani Tema “Full Charge: Beriman Kepada Allah Subhanahu Wata’ala” mengandung makna mendalam. Seperti halnya perangkat yang membutuhkan pengisian daya, hati manusia juga membutuhkan pengisian iman secara berkala. Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk itu.Melalui interaksi intensif dengan Al-Qur’an, ibadah puasa, dan kebersamaan dalam lingkungan yang saleh, iman para santri diharapkan semakin kuat. Sebab, iman bukan sesuatu yang statis, melainkan harus terus dipupuk melalui ilmu, ibadah, dan amal saleh. Rumah Tahfidz Opung berkomitmen menjadikan Pesantren Ramadhan sebagai sarana pembinaan generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga kokoh dalam akidah dan mulia dalam akhlak.

Read More

Ghibah Itu Membahayakan: Ancaman Hilangnya Pahala Ibadah karena Lisan

Ghibah bukan sekadar dosa lisan, tetapi dapat menghapus pahala puasa dan memindahkan amal kepada orang lain. Simak kisah teladan dan dalil Al-Qur’an serta hadits tentang bahaya ghibah. Oleh: Ibnu Hajar Mahbub Ada lima perkara yang dapat menghapus pahala puasa, dan di antara lima hal tersebut adalah ghibah. Dikisahkan dalam Kitab Majalisus Saniyyah, syarah Kitab Arbain Nawawie, dari Ikrimah bahwa seorang wanita yang bertubuh pendek masuk menemui Rasulullah ﷺ. Ketika wanita itu keluar, Siti Aisyah berkata: “Alangkah fasih bicaranya, hanya sayang dia pendek.” Maka Rasulullah ﷺ menegurnya: “Engkau telah menggunjingnya, wahai Aisyah.” Siti Aisyah berkata: “Saya mengatakan apa adanya.” Rasulullah ﷺ bersabda: “Tetapi engkau telah mengatakan apa yang paling buruk padanya.” Kisah ini menjadi pelajaran besar bahwa menyebutkan kekurangan seseorang, meskipun benar adanya, tetap termasuk ghibah apabila hal tersebut tidak disukainya. Dalil Al-Qur’an tentang Ghibah Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an, Surah Al-Hujurat ayat 12: “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya…” (QS. Al-Hujurat: 12) Ayat ini menggambarkan betapa menjijikkannya perbuatan ghibah, diumpamakan seperti memakan bangkai saudara sendiri. Perumpamaan ini menunjukkan beratnya dosa tersebut di sisi Allah. Hadits tentang Hakikat Ghibah Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:

Read More

Muhammadiyah Mulai Melaksanakan Puasa Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026: Penetapan, Metode dan Imbauan Sikap Bijak

Muhammadiyah resmi menentukan awal puasa Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Artikel ini membahas dasar penetapan, perbedaan dengan pemerintah, serta ajakan sikap bijak umat. Jakarta — 1miliarsantri.net: Organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia, Muhammadiyah, telah menetapkan awal ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriyah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 Masehi. Keputusan itu tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H. Penetapan tersebut juga telah diikuti pelaksanaan Salat Tarawih di sejumlah masjid di berbagai daerah pada Selasa malam (17/2/2026) sebagai malam pertama Ramadhan bagi warga Muhammadiyah. Dasar Penetapan: Kalender Hijriah Global Tunggal Muhammadiyah menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai dasar perhitungannya, menggantikan metode wujudul hilal yang sebelumnya digunakan. Metode ini memadukan tiga unsur utama yaitu prinsip, syarat, dan parameter (PSP) untuk menentukan awal bulan Hijriah secara global. Menurut KHGT, parameter tinggi hilal minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat setelah ijtimak (konjungsi) harus terpenuhi di mana saja di permukaan bumi. Untuk awal Ramadhan 1447 H, ketentuan ini telah terpenuhi di wilayah Alaska, Amerika Serikat, sehingga Muhammadiyah memutuskan 18 Februari 2026 sebagai 1 Ramadhan. Pakar falak Muhammadiyah juga mencatat bahwa konjungsi jelang Ramadhan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01 UTC. Perbedaan dengan Pemerintah dan Saran Sikap Umat Berbeda dengan Muhammadiyah, pemerintah melalui sidang isbat yang melibatkan hisab dan rukyatul hilal menetapkan awal puasa Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Hal ini didasarkan pada ketentuan rukyat di wilayah Indonesia yang belum terpenuhinya posisi hilal secara visual. Perbedaan penetapan ini mendapat perhatian publik. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak umat Islam bersikap bijaksana menanggapi perbedaan tersebut. Ia menekankan pentingnya saling menghormati pilihan ijtihad dan tidak saling menyalahkan, sebab tujuan puasa adalah untuk meningkatkan takwa. Makna Puasa dalam Perspektif Al-Qur’an dan Sunnah Islam mewajibkan puasa Ramadhan sebagaimana ditegaskan Allah SWT: Al-Qur’an menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi sebuah ibadah yang melatih ketakwaan kepada Allah SWT.

Read More

Bersih Masjidku-Bersih Negeriku: Mengenang dan Meneruskan Jejak Almarhum KH Muhammad Jazir ASP

Gerakan Bersih-Bersih Masjid Jawa–Bali yang digagas oleh tokoh Jogokariyan, KH. Muhammad Jazir ASP bersama beberapa Masjid dan didukung oleh Marbot Aplikasi adalah sebuah ikhtiar kolektif untuk memuliakan rumah Allah dan negeri ini. Bali – 1miliarsantri: Kegiatan Safari Bersih-Bersih Masjid adalah simbolisasi dan implementasi sebuah gerakan membangun Indonesia agar bisa berubah lebih baik lagi, membersihkan hati, meminimalisir korupsi, merawat kebersamaan dan menjaga alam yang menjadi amanah kita sebagai Khalifah fil ard, pemimpin di muka bumi. Masjid bukan hanya tempat sujud, tetapi pusat kehidupan: tempat membangun kejujuran, kebersihan, keberanian, kemandirian, dan perlawanan terhadap segala bentuk ketidakadilan, termasuk korupsi, manipulasi, dan penyalahgunaan amanah. Bersih sebagai prinsip hidup Rasulullah SAW yang memancarkan kejujuran. Kebersihan masjid adalah cermin kebersihan pengelolanya. Masjid yang bersih diharapkan akan melahirkan jama’ah yang jujur. Pengelolaan yang bersih melahirkan kepercayaan. Dan, dari kepercayaan itulah peradaban dibangun. Gerakan yang dilakukan oleh ratusan orang ini tidak berhenti pada sapu dan kain pel, tetapi menjelma menjadi gerakan moral: membersihkan niat dari pamrih, membersihkan amanah dari pengkhianatan, membersihkan dakwah dari kepentingan sempit. Dari Masjid Jogokariyan, Masjid Al-Falah Sragen, menuju Masjid Pantai Bali Sebagaimana jejak dakwah Pak Kyai Jazir yang tak pernah mengenal batas geografis, gerakan ini bermula dari Masjid Jogokariyan Yogyakarta dan Masjid Al-Falah Sragen, lalu dipusatkan selama 3 hari di Masjid Pantai Bali, desa Cupel, kec. Negara, kab. Jembrana, provinsi Bali. Masjid Pantai Bali menjadi simbol bahwa nilai-nilai kemasjidan: amanah, kebersamaan, transparansi, pelayanan jamaah, dan keberpihakan pada umat (Muslim dan Non Muslim) dapat tumbuh dan bersemi secara harmonis di mana pun, bahkan di wilayah dengan tantangan sosial dan demografis yang besar.

Read More

Seruan Aksi Jum’at untuk Palestina: Bersatu Lawan Blokade dan Genosida di Gaza

Aksi Jum’at untuk Palestina Edisi 32: Seruan Persatuan Membela Gaza Jakarta – 1miliarsantri.net: Aksi Jum’at untuk Palestina edisi ke-32 kembali digelar di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, pada 28 November 2025. AWG menyerukan masyarakat Indonesia bersatu menuntut penghentian blokade dan genosida di Gaza. Simak informasi lengkapnya di sini. Aksi solidaritas untuk rakyat Palestina kembali digelar oleh Aqsa Working Group (AWG) dalam Aksi Jum’at untuk Palestina edisi ke-32. Dengan mengusung tema, “Bersatu Lawan Zionis Israel, Stop Blokade dan Genosida Gaza Sekarang Juga,” aksi ini menjadi wujud kepedulian masyarakat Indonesia atas tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung di Jalur Gaza. Melalui aksi pekan ini, AWG menyerukan agar bangsa Indonesia semakin memperkuat solidaritas, bergerak bersama, dan menuntut dibukanya blokade yang diberlakukan Zionis Israel terhadap Gaza. Selain itu, AWG juga menegaskan pentingnya penghentian tindakan genosida yang telah merenggut lebih dari 69.000 nyawa rakyat Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak. Waktu Pelaksanaan Aksi ini akan dilaksanakan pada: Jumat, 28 November 2025 / 7 Jumadil Akhir 1447Kegiatan yang diinisiasi oleh AWG akan berlangsung mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Lokasi: Depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta Aksi Jum’at untuk Palestina telah menjadi agenda rutin yang diikuti masyarakat dari berbagai kalangan. Semangat persatuan, kepedulian kemanusiaan, dan dukungan terhadap pembebasan Masjidil Aqsa menjadi dorongan utama terselenggaranya kegiatan ini. Korlap : ‪+62 858-0982-9846‬ (Ja’far) Tata Tertib Aksi untuk Peserta

Read More

Jumat Hari yang Istimewa Bagi Umat Islam — Keberkahan dan Keistimewaan yang Sering Kita Lupakan

Hari Jumat bukan sekadar hari biasa. Inilah hari penuh keberkahan dan ampunan bagi umat Islam. Bekasi – 1miliarsantri.net: Hari Jumat merupakan hari paling istimewa bagi umat Islam. Temukan berbagai keutamaan dan amalan yang dianjurkan pada hari Jumat agar hidup penuh berkah dan pahala. Jumat adalah hari yang istimewa dan penuh berkah jika umat Islam memahami keutamaan hari Jumat, apa saja amalan sunah yang dianjurkan Rasulullah, dan telah diikuti oleh para sahabatnya, para tabi’in hingga masa kita saat ini. Berikut rangkuman keistimewaan hari Jumat yang disajikan dalam rubrik Khazanah, dan insya Allah menjadi salah satu referensi dan literasi bagi umat Islam dalam rangka muhasabah diri. Sholawat di Hari Jumat dan Keistimewaannya Hari Jumat merupakan hari penuh rahmat dan ampunan, di mana amal ibadah dilipatgandakan pahalanya.Membaca sholawat di hari ini bukan hanya bentuk cinta kepada Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam, tetapi juga sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling dekat denganku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak bersholawat kepadaku.”(HR. Tirmidzi) Hari yang Diciptakan dengan Penuh Kemuliaan Tahukah kamu, hari Jumat disebut sebagai sayyidul ayyam — penghulu segala hari?Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Sebaik-baik hari yang terbit matahari padanya adalah hari Jumat.” (HR. Muslim) Pada hari inilah Allah menciptakan Nabi Adam AS, memasukkannya ke surga, dan mengeluarkannya darinya. Bahkan, kelak kiamat pun terjadi pada hari Jumat. Maka tidak heran jika Jumat menjadi hari yang paling istimewa di sisi Allah Subhanahu Wata’ala. Waktu Berdoa yang Paling Mustajab Ada satu waktu di hari Jumat yang sangat dinantikan para mukmin — waktu mustajab, di mana doa tidak akan ditolak. Banyak ulama berpendapat waktu itu berada antara ashar hingga magrib. Bayangkan, hanya dengan memperbanyak doa di penghujung Jumat, kita bisa mendapatkan peluang diijabah langsung oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Cahaya di Antara Dua Jumat: Surah Al-Kahfi Setiap Jumat, umat Islam dianjurkan membaca Surah Al-Kahfi.Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Barang siapa membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan terpancar cahaya di antara dua Jumat.” (HR. Al-Hakim) Surah ini bukan hanya membawa cahaya dan ketenangan, tetapi juga perlindungan dari fitnah dunia, termasuk fitnah Dajjal. Cukup 20 menit membacanya — namun pahalanya mengalir sepanjang pekan. Shalat Jumat: Lebih dari Sekadar Kewajiban

Read More

5 Adab Makan Ala Rasulullah untuk Hidup Sehat dan Penuh Berkah

Adab Makan Yang Diajarkan Nabi Muhammad SAW Jakarta Timur – 1miliarsantri.net: Sudah pernah mendengar istilah mindful eating yang kini populer di era modern? Cara makan penuh kesadaran, menikmati setiap suapan, menjaga porsi, serta tidak berlebihan memang dianggap sebagai gaya hidup sehat. Namun tahukah kamu, jauh sebelum istilah itu dikenal, Islam sudah mengajarkannya melalui tuntunan Rasulullah? Adab makan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW bukan hanya mengatur etika ketika menyantap makanan, tetapi juga sarat dengan nilai kesehatan, spiritual, dan rasa syukur. Hal inilah yang membuat adab makan bukan sekadar kebiasaan, melainkan juga ibadah yang bernilai pahala. Dan dalam artikel ini, kita akan kembali mengingatkan 5 adab makan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW yang relevan untuk kehidupan sehari-hari. Karena dengan mempraktikkannya, kamu tidak hanya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga meraih keberkahan dari setiap rezeki yang Allah berikan. Daripada berlama-lama lagi, yuk langsung lihat 5 adab makan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW untuk langsung kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari: 1. Memulai dengan Doa Adab makan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW selalu diawali dengan doa. Membaca basmalah sebelum makan bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan wujud kesadaran bahwa setiap rezeki berasal dari Allah. Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia menyebut nama Allah. Jika ia lupa menyebut nama Allah di awal, hendaklah ia mengucapkan: Bismillahi awwalahu wa akhirahu” (HR. Abu Dawud). Dengan mengucapkan doa, kamu seolah memberi jeda sejenak sebelum makan, menenangkan hati, serta memusatkan niat agar makanan menjadi sumber keberkahan, bukan sekadar pemuas rasa lapar. Menariknya, kebiasaan ini sejalan dengan konsep modern mindful eating, yaitu berhenti sejenak sebelum makan untuk fokus pada apa yang ada di depanmu. 2. Tidak Berlebihan dalam Makan Adab makan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW berikutnya adalah tidak berlebihan. Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan: Prinsip ini sangat penting, terutama di era modern ketika makanan mudah didapat dan gaya hidup konsumtif sering mendorong orang makan berlebihan. Padahal, Rasulullah SAW menganjurkan porsi yang seimbang: sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air/minuman, dan sepertiga untuk udara. Dengan cara ini, tubuh tetap sehat, terhindar dari penyakit pencernaan, sekaligus melatih jiwa untuk tidak tamak. Di dunia kesehatan, konsep ini identik dengan healthy lifestyle, menjaga pola makan secukupnya, tidak overeating, serta lebih sadar akan nutrisi yang masuk ke tubuh. Dengan kata lain, ajaran Rasulullah SAW tentang adab makan sudah jauh mendahului pola hidup sehat modern. 3. Makan dengan Tangan Kanan Selain soal porsi, adab makan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW juga menekankan cara makan. Rasulullah SAW bersabda: “Wahai anak muda, bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu” (HR. Bukhari dan Muslim).

Read More