Sunan Bejagung Lor, Sosok Yang Bisa Mengalahkan Maha Patih Gajah Mada

Dengarkan Artikel Ini

Bahkan hingga kini, bebatuan besar tersebut yang dilegendakan merupakan pasukan gajah Maha Patih Gajah Mada masih ada. Bebatuan tersebut disebut sebagai watu gajah (batu gajah) oleh para warga sekitar Tuban yang terletak sekitar 2 km di utara makam Sunan Bejagung Lor.

Kembali ke dalam pertarungan, Gajah Mada tentunya marah melihat pasukan yang dibawanya diubah menjadi batu oleh Sunan Bejagung Lor sehingga terus melakukan perlawanan. Dikisahkan bahwa di tengah perkelahian, tubuh Gajah Mada menghantam pohon kelapa yang berada di lokasi pertarungan.

Buah kelapa pun turut berjatuhan akibat dari kerasnya hantaman. Melihat hal tersebut, Sunan Bejagung Lor berayun ke atas pohon kelapa lain hingga batangnya melengkung dan ujung atasnya menyentuh tanah. Sang wali lalu memetik sebutir kelapa dan memberikannya kepada Gajah Mada.

Tak selesai di situ, adu kesaktian tetap dilanjutkan dengan pertaruhan untuk membawa ikan yang diambil dari laut dan ke darat dalam keadaan masih hidup. Saat mencobanya, Gajah Mada berhasil mengambil ikan di laut. Namun, ikan tersebut mati ketika ia membawanya ke daratan.

Saat giliran Sunan Bejagung, ia menggunakan daun waru dan timba yang sudah terisi air untuk mengambil ikan. Hal ini membuat ikan yang diambil dapat tetap hidup hingga sampai di daratan.

Gajah Mada pun harus dihadapkan dengan kekalahan sebanyak dua kali. Ia terpaksa kembali ke Majapahit dan gagal dalam menjalani misinya untuk membawa pulang putri Kusumawardhani. (tin)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca